Di sisi lain, efektivitas operasional jadi kunci. KAI mengoperasikan rangkaian kereta batu bara yang panjang bisa sampai 30 gerbong. Setiap gerbongnya muat 42 ton. Keunggulan jalur rel yang bebas macet juga bikin waktu tempuh lebih bisa diprediksi. Alhasil, distribusi ke pembangkit listrik pun diharapkan tepat waktu.
"Untuk menjaga kontinuitas pasokan energi jelang puncak kebutuhan listrik akhir tahun, KAI menjalankan penjadwalan angkutan batu bara secara presisi," tegas Anne Purba lagi.
Jadi, intinya, KAI merasa sudah siap. Mereka yakin suplai energi buat Jawa-Bali akan aman terkendali, berkat ritme pengiriman via rel yang mereka jaga ketat. Semoga saja semua berjalan mulus seperti rencana.
(kunthi fahmar sandy)
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar