Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar Dingin

- Kamis, 05 Maret 2026 | 11:45 WIB
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Warga Diimbau Waspada Lahar Dingin

Flores Timur – TVRINews

Warga diingatkan untuk bersiap. Ancaman banjir lahar dingin dan hujan abu vulkanik mengintai.

Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, NTT, kembali bergejolak. Rabu malam, 4 Maret 2026, gunung itu memuntahkan abu vulkanik ke langit dalam sebuah erupsi susulan yang terdokumentasi dengan jelas.

Menurut laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api setempat, letusan itu terjadi persis pukul sembilan malam waktu setempat.

Petugas pengamat di lapangan, Herman Yosef Mboro, melihat langsung kolom abu yang membubung tinggi.

"Tingginya sekitar 800 meter dari puncak. Warnanya kelabu pekat, bergerak ke arah utara dan timur laut," jelas Herman dari Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.

Secara ketinggian, kolom abu itu mencapai 2.384 meter di atas permukaan laut. Getarannya terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,4 mm, meski durasi letusannya terbilang singkat: hanya satu menit tujuh belas detik.

Status gunung api ini untuk saat ini masih tetap di Level II atau Waspada. Namun begitu, larangannya jelas dan tegas.

Masyarakat dilarang mendekat. Radius empat kilometer dari kawah aktif harus benar-benar dikosongkan dari aktivitas apa pun. Ini penting untuk menghindari luncuran material panas yang bisa datang tiba-tiba.

Ancaman lain juga patut diwaspadai. Di sisi lain, potensi banjir lahar dingin menjadi perhatian serius pemerintah daerah, apalagi prakiraan cuaca menyebutkan curah hujan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Aliran sungai yang berhulu di gunung ini berisiko membawa material vulkanik dingin yang menggenangi pemukiman. Beberapa wilayah yang masuk dalam daftar waspada antara lain Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, dan Klatanlo. Kemudian juga Hokeng Jaya, Boru, serta Nawakote.

Imbauan untuk warga pun disampaikan. Penggunaan masker sangat dianjurkan untuk melindungi pernapasan dari abu yang sudah mulai bertebaran.

Yang tak kalah penting, masyarakat diminta tetap tenang. Jangan mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas. Ikuti selalu arahan dan perkembangan resmi dari pihak berwenang di daerah.


Penulis: Ama Boro Huko
Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar