Andre Taulany kini resmi berstatus duda. Proses perceraiannya dengan Rien Wartia Trigina atau Erin telah rampung setelah ia membacakan ikrar talak di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (3/12).
Usai sidang, perasaan yang muncul justru lega. Andre mengaku bersyukur, meski mengakui jalan yang dilaluinya tidaklah mudah.
"Pertama-tama saya mengucapkan Alhamdulillah. Bersyukur, lega, walaupun prosesnya cukup berat ya," ujar Andre.
Menurutnya, ada banyak hal yang harus ditutupi selama proses hukum itu berlangsung. Tapi sekarang, harapannya cuma satu: semoga ini jadi keputusan terbaik untuk semua.
"Intinya ketika ini selesai, mudah-mudahan semuanya jadi baik-baik, semuanya kembali normal," tuturnya lagi.
Hidup di Lembaran Baru
Ke depan, prioritas utamanya jelas: anak-anak. Tapi di sisi lain, Andre juga sadar harus mulai menata hidupnya yang sekarang sudah berbeda.
"Fokus saya sekarang adalah untuk membesarkan anak-anak, untuk mendampingi mereka. Dan juga fokus ke saya sendiri juga, untuk melanjutkan hidup, menata lagi kehidupan yang baru," paparnya.
Ia tak lupa menyampaikan permintaan maaf, terutama kepada keluarga. Baginya, perceraian ini adalah bentuk kegagalan.
"Bahwa perceraian ini sebetulnya memang tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah. Dua-duanya kalah. Dua-duanya gagal," ungkap Andre dengan nada rendah.
Jalan menuju keputusan ini ternyata berliku. Permohonan cerai pertamanya ke Pengadilan Agama Tigaraksa awal April lalu sempat ditolak. Baru setelah diajukan lagi di Jakarta Selatan, permohonannya dikabulkan melalui putusan eCourt pada 11 November.
Mereka menikah Desember 2005. Selama 19 tahun membina rumah tangga, pasangan ini dikaruniai tiga orang anak.
Artikel Terkait
JK Marah Besar Dituduh Nistakan Agama Kristen, 40 Ormas Laporkan Ade Armando Cs ke Bareskrim
Lebih dari 103 Ribu Jemaah Haji Telah Diberangkatkan, Pemerintah Tegaskan Larangan Visa Non-Haji
Pemeriksaan Mata Gratis untuk Warga Prasejahtera Digelar di Kadudampit, Target 100 Peserta Skrining Katarak
Mensos Gus Ipul Akan Lapor ke KPK soal Pengadaan Barang di Kemensos, Bentuk Timsus Usut Isu Sepatu Sekolah Rakyat