Sebanyak 187 karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersiap mengemas koper. Mereka adalah para pegawai terpilih dari berbagai penjuru Indonesia yang akan segera diberangkatkan perusahaan dalam sebuah program penghargaan. Destinasinya? Perjalanan seru ke Malaysia dan Singapura, plus tak kalah istimewa: perjalanan spiritual Umrah.
Ini bukan sekadar liburan biasa. Bagi manajemen PNM, program semacam ini adalah wujud nyata apresiasi atas dedikasi dan kinerja gemilang yang telah ditunjukkan. Mereka percaya, penghargaan yang bermakna jauh lebih berdampak ketimbang sekadar bonus finansial.
“Selama tahun 2025 saja, kita telah memberangkatkan lebih dari 1.000 orang ke berbagai destinasi baik untuk healing maupun perjalanan spiritual,” ujar Sekretaris Perusahaan PT PNM, Dodot Patria Ary.
Dodot menegaskan komitmen ini. “Hal itu juga berlaku kepada para nasabah-nasabah terbaik kami. Kami di PNM percaya bahwa setiap perjalanan untuk bertumbuh sangat berarti bagi mereka dan setiap perjalanan layak untuk ditemani,” tambahnya.
Rupanya, pendekatan PNM ini punya dasar yang kuat. Sebuah riset terkini dalam jurnal internasional mengungkap, pengakuan dan apresiasi yang tulus bisa mendongkrak motivasi karyawan, baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. Efeknya panjang: komitmen emosional menguat, kinerja terjaga, dan loyalitas pun terbangun untuk jangka panjang.
PNM sendiri sudah cukup konsisten dalam hal ini. Sebelumnya, ribuan karyawan mereka telah diajak ke berbagai tempat, mulai dari Lombok, Bali, Yogyakarta, hingga ke luar negeri seperti Thailand dan bahkan Eropa.
Intinya, bagi PNM, urusan kesejahteraan karyawan bukan cuma soal gaji dan tunjangan. Lebih dari itu, bagaimana membuat setiap insan di dalamnya merasa dihargai dan kontribusinya diakui. Nah, ketika integritas dan kerja keras mendapat apresiasi nyata, secara alami terbentuklah standar perilaku positif yang ingin dipertahankan bersama di lingkungan kerja.
Di sisi lain, reward untuk segelintir orang ini diharapkan bisa memicu efek domino. Menjadi inspirasi bagi rekan-rekan lainnya untuk turut berkembang, memperkuat rasa peduli, dan menciptakan atmosfer positif yang katanya bisa menular.
Perasaan bangga dan haru itu jelas terasa pada diri para penerima reward, seperti Djoice dari Unit Mekaar Merauke. Baginya, ini adalah buah dari kerja keras yang tak disangka-sangka.
“Terima kasih banyak. Saya tidak menyangka bahwa disiplin, kerja keras, dan kejujuran saya membuahkan hasil yang membanggakan bagi saya dan keluarga saya,” katanya dengan penuh syukur.
Djoice juga berharap rekan-rekannya bisa merasakan hal serupa. “Saya yakin teman-teman saya di Merauke dapat merasakan hal seperti saya juga.”
Jadi, program ini lebih dari sekadar tiket pesawat dan hotel. Ini tentang pengalaman, pengakuan, dan cara perusahaan mengatakan terima kasih yang akan diingat jauh lebih lama.
Artikel Terkait
Khalid Basalamah Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Kuota Haji, Bantah Jadi Tersangka
BPS Rilis Tabel Konversi KBLI 2025, Akomodasi AI hingga Carbon Capture
BCA Cetak Laba Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026, Kredit Tembus Rp994 Triliun
Khalid Basalamah Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Kuota Haji, Bantah Status Tersangka