Data BMKG menunjukkan hujan sedang-lebat masih berpotensi terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar pada 30 November–2 Desember. Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang masih mengancam sejumlah wilayah Indonesia lainnya.
Hingga 29 November, tim OMC telah melakukan 9 sorti penerbangan dengan menggunakan 4.800 kg NaCl dan 2.400 kg CaO. Untuk hari ini saja, direncanakan 5 sorti penerbangan dengan misi utama mengurangi curah hujan sebelum awan memasuki kawasan terdampak.
Operasi serupa juga berjalan di dua lokasi lain. Di Posko Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Aceh, OMC sudah memasuki hari kedua dengan 4 sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-SNP. Sementara di Sumbar, melalui Posko Bandara Internasional Minangkabau, telah dilakukan penyemaian 5 sorti penerbangan menggunakan dua pesawat Cessna Caravan berbeda.
Faisal tak lupa mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. "Dengan prinsip 'awas, siaga, selamat', kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengelola peringatan dini BMKG dengan baik. Jadi, early warning mengarahkan early action untuk menuju zero victim," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tenang namun tetap siaga, mengikuti informasi resmi, dan mengabaikan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Peringatan dini yang selama ini dirilis secara berkala mengharuskan semua pihak segera melakukan aksi mitigasi. Langkah cepat ini penting untuk meminimalisir kerusakan dan mencegah jatuhnya korban.
Artikel Terkait
DJP Catat Lebih dari 5,2 Juta Laporan SPT Tahunan 2025, Mayoritas via Digital
DEN Khawatir Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga BBM di Indonesia
Iran Tegaskan Penolakan Negosiasi dengan AS, Bantah Laporan Pembukaan Dialog
BMKG Pastikan Gerhana Bulan Total Terlihat di Indonesia pada 3 Maret 2026