"People sebagai fondasi talenta kreatif Indonesia, IP atau kekayaan intelektual sebagai sumber daya ekonomi masa depan, dan impact atau dampak sebagai nilai tambah ekonomi, sosial, dan teknologi yang ingin kita hadirkan," tuturnya menjelaskan.
Tak lupa, ia membeberkan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam lima tahun kepemimpinannya, telah ditetapkan tujuh subsektor ekonomi kreatif prioritas. Pilihannya jatuh pada kuliner, kriya, fashion, games aplikasi, film, animasi, dan musik.
Alasannya jelas. Ketujuh sektor ini dinilai telah menyumbang kontribusi besar bagi perekonomian dan menciptakan lapangan kerja yang sangat tinggi. Dengan track record seperti itu, Riefky melihat peluang kolaborasi dengan Kadin terbuka sangat lebar.
"Sebetulnya kalau kita lihat MOU kita bisa masuk kluster mana saja," katanya. "Saya rasa hampir semua kluster kita bisa implementasikan bersama Kadin Indonesia."
Nampaknya, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa geliat ekonomi kreatif Indonesia sedang dipacu untuk naik level.
Artikel Terkait
Mari Elka Pangestu Peringatkan Dampak Konflik AS-Israel-Iran ke Ekonomi Indonesia
Pemerintah Larang Truk Besar di Jalan Tol dan Arteri Utama Saat Mudik Lebaran 2026
Gubernur DKI Khawatir Konflik Timur Tengah Picu Gejolak Harga, Siapkan Langkah Antisipasi
APINDO dan Produsen Listrik Swasti Khawatir Pemangkasan Produksi Batu Bara Ancam Pasokan Listrik Nasional