Jakarta kembali menyambut Persija dengan gegap gempita. Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang ramai menjadi saksi kemenangan 2-0 atas PSIM Yogyakarta, Jumat malam lalu. Bagi pelatih Mauricio Souza, pulang kampung terasa sangat spesial.
Soalnya, selama ini Persija terpaksa jadi musafir. Mereka belum bisa menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) yang masih dalam masa perawatan. Tapi malam itu, SUGBK membuktikan bahwa dukungan penuh suporter bisa jadi senjata ampuh.
"Kami tentu senang untuk terus main di Jakarta karena suporter menjadi pembeda dalam pertandingan kami," ujar Souza, Minggu (30/11/2025).
Pelatih asal Brasil itu tak menyembunyikan antusiasmenya. Menurutnya, energi puluhan ribu penonton mampu mendongkrak performa anak asuhnya di lapangan.
"Saya tidak ragu kalau penonton sebanyak itu para pemain akan persembahkan semua dengan kerja keras demi membahagiakan The Jakmania," tambahnya penuh keyakinan.
Namun begitu, euforia kemenangan harus dikesampingkan dulu. Pasalnya, kompetisi akan jeda hampir sebulan. Libur ini diberikan untuk mendukung Timnas Indonesia U-22 berlaga di SEA Games 2025.
Persija sendiri akan kehilangan dua pilar: Dony Tri Pamungkas dan Rayhan Hannan. Mereka dipanggil membela timnas. Maka, skuad Macan Kemayoran pun memanfaatkan masa istirahat sebelum kembali berkumpul pertengahan Desember nanti.
Begitu kompetisi bergulir kembali, tantangan sudah menunggu. Tanggal 22 Desember 2025, Persija harus bertandang ke markas Semen Padang di Stadion H Agus Salim. Perjalanan jauh menanti, tapi Souza berharap semangat "pulang kampung" di SUGBK bisa terus terbawa.
Artikel Terkait
Praka Rico Pramudia Gugur Akibat Ledakan Tank Israel saat Bertugas di Misi Perdamaian PBB Lebanon
Bandara Madinah Siapkan Layanan Gratis Kursi Roda dan Mobil Golf untuk Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas
Bank bjb Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah di Banten Lewat Kolaborasi Strategis
Hunian Gudang Modern di Greater Jakarta Tembus 95,8 Persen, Pasokan Terbatas Picu Persaingan Ketat