Tak cuma teori, peserta juga langsung terjun ke dalam latihan simulasi. Skenarionya dirancang mirip dengan kasus nyata penghindaran sanksi. Di sini, mereka benar-benar ditantang untuk menerapkan kewenangan hukum, menjalankan protokol penegakan, dan yang paling krusial belajar berkoordinasi dengan instansi lain.
Menurut Nicole Rothenberg, Manajer CTR, lokakarya ini adalah bukti nyata komitmen Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Indonesia.
Intinya, AS bertekad terus mendukung Indonesia dan negara mitra lainnya. Tujuannya jelas: mencegah entitas yang kena sanksi mengakses material atau teknologi sensitif. Upaya semacam ini, meski terkesan teknis, pada ujungnya bermuara pada satu hal: memperkuat keamanan kita bersama, baik di tingkat regional maupun global.
Artikel Terkait
WMPP Gelar Rights Issue untuk Perbaiki Struktur Utang Rp4,04 Triliun
Final Trailer Ikatan Darah Tampilkan Aksi Brutal dan Lokalitas Indonesia
Pertamina Tetapkan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berubah di April 2026
Prabowo dan Macron Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga Energi di Paris