Tak cuma teori, peserta juga langsung terjun ke dalam latihan simulasi. Skenarionya dirancang mirip dengan kasus nyata penghindaran sanksi. Di sini, mereka benar-benar ditantang untuk menerapkan kewenangan hukum, menjalankan protokol penegakan, dan yang paling krusial belajar berkoordinasi dengan instansi lain.
Menurut Nicole Rothenberg, Manajer CTR, lokakarya ini adalah bukti nyata komitmen Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Indonesia.
Intinya, AS bertekad terus mendukung Indonesia dan negara mitra lainnya. Tujuannya jelas: mencegah entitas yang kena sanksi mengakses material atau teknologi sensitif. Upaya semacam ini, meski terkesan teknis, pada ujungnya bermuara pada satu hal: memperkuat keamanan kita bersama, baik di tingkat regional maupun global.
Artikel Terkait
Jepang Garap Kapal Raksasa Pengangkut Hidrogen Cair Terbesar di Dunia
Rio Tinto dan Glencore Gelar Pembicaraan Merger, Bakal Lahirkan Raksasa Tambang Terbesar Dunia
Suzuki S-Presso Bekas Disulap Mirip Jimny, Biayanya Cuma Rp 40 Jutaan
Sebesi: Pulau yang Bertahan di Bawah Amukan Krakatau