“Tapi bukan berarti kami menutup produk eK X EV atau segmen kei car EV untuk market Indonesia, kami lebih melihat ada beberapa poin yang harus di improve dulu apabila kami ingin meluncurkan produk tersebut di Indonesia dan beberapa poin ini yang terus kami komunikasikan dengan pihak prinsipal kami,”
Jelas Guntur lagi. Pernyataan ini jelas memberi sinyal bahwa kehadiran eK X EV masih sangat mungkin terjadi suatu hari nanti. Tapi, keputusan akhirnya tampaknya akan sangat bergantung pada kesiapan ekosistem pendukung dan arah strategi perusahaan ke depannya.
Lalu, seperti apa sih mobil yang jadi buah bibir ini? Secara ukuran, dia memang kompak. Panjangnya cuma 3.395 mm, dengan lebar 1.475 mm dan tinggi 1.655 mm. Cukup mungil, bukan?
Untuk urusan jelajah, eK X EV mengandalkan baterai lithium ion berkapasitas 20 kWh. Dengan sekali cas penuh, mobil ini diklaim bisa menempuh jarak hingga 180 kilometer. Sementara untuk dapur pacu, sebuah motor listrik siap menyemburkan tenaga 63 dk dan torsi maksimal 195 Nm.
Jadi, meski belum bisa dinikmati sekarang, setidaknya harapan untuk kehadirannya di masa depan masih terbuka lebar.
Artikel Terkait
BSI Proyeksikan 83% Jamaah Haji Reguler 2026 adalah Nasabah Tabungan Haji
Tiang Listrik Keropos Ambruk di Mangga Besar, Lalu Lintas Sempat Lumpuh
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Tiang Listrik Roboh di Mangga Besar Akibat Beban Kabel Optik, Lalu Lintas Tersendat