"Jadi ya mengecek semua, cara berkendara di Indonesia, infrastrukturnya bagaimana, mengecasnya bagaimana, jalannya, kondisi jalanan, macet, banjir dan sebagainya, semua dilakukan pengetesan supaya mengetahui kondisi real," ungkapnya saat ditemui di ICE BSD, Tangerang.
Meski mobilnya sudah terlihat melintas di jalanan, Billy belum mau mengonfirmasi apakah Honda Super One benar-benar akan dijual di Indonesia. Dia menegaskan program ini masih sebatas pengujian global. Keputusan akhir untuk masuk pasar, katanya, akan bergantung pada hasil evaluasi dan strategi elektrifikasi Honda di tiap negara.
Namun begitu, peluang kehadiran Honda Super One atau model EV Honda lainnya di dalam negeri sebenarnya makin terbuka. Penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Karena kan sekarang bertumbuh ya, kemarin 10 persen (komposisi EV terhadap penjualan mobil nasional) ya pasarnya dan ini bisa terus bertumbuh terus ya tergantung infrastruktur dan regulasi yang ada," terangnya.
Artikel Terkait
Box Office Global 2025 Tembus Rp 560 Triliun, Didorong Film Asia dan Sekuel Hollywood
Fee Rp8 Miliar dan Potongan Pajak Rp60 Miliar di Balik OTT KPP Jakarta Utara
Minyak Venezuela: Ambisi AS yang Bisa Guncang Pasar Energi Global
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk