Mitsubishi Destinator, SUV 7-seater yang digadang-gadang cocok untuk keluarga Indonesia, ternyata tak hanya dipasarkan di dalam negeri. Mobil ini, yang dikembangkan dan diproduksi langsung di pabrik Mitsubishi di Cikarang, Jawa Barat, sudah mulai merambah pasar ekspor.
Target awalnya adalah negara-negara tetangga di kawasan ASEAN. Menurut Irwan Kuncoro, Direktur Divisi Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), langkah ini sudah dimulai.
"Sudah mulai ekspor. Target awal di ASEAN seperti di Filipina, terus Vietnam, seperti itu. Itu kita sudah mulai ekspor," ujar Irwan dalam kesempatan jumpa di arena GJAW 2025, ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.
Ambisi Mitsubishi untuk Destinator ternyata jauh lebih besar. Rencananya, mereka tak mau berhenti di Asia Tenggara saja. "Nantinya, seperti juga Xpander, Destinator kita juga diekspor ke sekitar 40-50 negara," tambahnya.
Sayangnya, Irwan masih enggan merinci berapa tepatnya unit yang sudah dikirim ke luar negeri. Yang pasti, pihaknya sedang fokus memaksimalkan jalur produksi. Alasannya sederhana: permintaan di dalam negeri sendiri ternyata sangat tinggi.
Bagaimana tidak, total SPK atau surat pemesanan kendaraan untuk Destinator di Indonesia sudah menembus angka 12.000 unit. Angka yang cukup fantastis untuk sebuah model baru. Akibatnya, mau tak mau proses produksi harus dipercepat untuk memotong masa tunggu yang membeludak.
"Masih tahap baru mulai di sekitar bulan Oktober atau November tahun ini. Saat ini sedang kita percepat (produksinya). Kita usahakan 12.000 unit Destinator bisa terkirim tahun ini," tegas Irwan.
Sebagai produk anyar Mitsubishi yang diluncurkan di GIIAS 2025, Destinator memang punya peran penting. Kehadirannya tak sekadar mengisi segmen SUV premium, tapi juga menjadi tulang punggung ekspor berikutnya setelah kesuksesan Xpander. Mobil ini dirancang khusus untuk memenuhi selera pasar di berbagai belahan dunia, mulai dari ASEAN, Asia Selatan, hingga Amerika Latin dan Afrika.
Bagi konsumen di Indonesia, Destinator bisa didapatkan dalam tiga pilihan varian: GLS, Exceed, dan Ultimate. Perjalanannya untuk ‘mendunia’ baru saja dimulai, sementara di tanah air, pertarungannya untuk memenuhi ribuan pesanan masih menjadi tantangan tersendiri.
Artikel Terkait
Mendiktisaintek Pastikan Dugaan Riset Palsu Peneliti Indonesia di Forum Dunia Diproses Hukum
NTP Hortikultura Melonjak 7,08 Persen, BPS: Harga Beras Justru Terus Naik di Semua Lini Distribusi
Kebakaran Hutan dan Lahan Landa Aceh dan Riau, Lebih dari 15 Ribu Hektare Hangus
444 Jemaah Haji Kloter Pertama Kota Bekasi Tiba di Tanah Air