"Yang tadinya malu-malu, tahu-tahunya mendapatkan penghargaan tertinggi di dunia musik Indonesia," kata Gading, yang lagi-lagi tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Di usianya yang masih sepuluh tahun, Gading menduga Gempi mungkin belum sepenuhnya paham betapa besarnya arti sebuah penghargaan seperti AMI Awards ini. "Awards ya buat dia mungkin ini bonus gitu ya," ujarnya sambil mencoba memahami sudut pandang anaknya. "Tapi buat, buat bapak, buat ibunya kan ini sesuatu yang luar biasa gitu."
Sebagai orang tua, Gading dan Gisella Anastasia sudah lama melihat ketertarikan Gempi pada dunia tarik suara. Bakat itu sudah terlihat sejak ia masih kecil. Mereka berkomitmen penuh untuk mendukung karier musik putri mereka, tapi dengan satu catatan penting: tidak ada paksaan.
"Namanya juga anak-anak, kan enggak bisa di-push terus. Ada mood-nya. Yang penting anaknya ngerjain sesuatu juga enjoy gitu," tutur Gading tentang pendekatan mereka sebagai orang tua.
Dalam kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik itu, Gempi bukanlah satu-satunya pesaing. Ia harus bersaing ketat dengan nama-nama lain seperti Aisyah Mamo Agil dengan lagu "Balon Terbang", Iren Glory lewat "Terima Kasih Guruku (Guruku Tersayang)", Leika Garudita dengan "Sahabat", dan Mazaya Amania melalui lagu "Kambing Mbe Embe". Tapi pada akhirnya, "Ajaib"-lah yang membawanya ke puncak kemenangan.
Artikel Terkait
MIND ID dan Pertamina Sepakati Kerja Sama Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Pemerintah Siapkan Insentif Rp570 Triliun untuk Dongkrak Ekonomi 2025
Tiongkok Larang Drama Pendek Romansa CEO yang Pamer Harta
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Dipercepat, Fokus pada Pendidikan dan Rumah Ibadah Jelang Ramadan