Lebih lanjut, Arya berharap pencapaian ini bisa memacu semangat rumah produksinya, Gambar Gerak Film, untuk terus berkarya. "Insyaallah, ini jadi motivasi buat kami untuk menghasilkan karya-karya selanjutnya yang lebih baik," tambahnya.
Produser lainnya, Gita Fara, punya sudut pandang yang berbeda. Baginya, "Pangku" bukan sekadar film.
"Ini adalah surat cinta kami untuk semua ibu di luar sana. Untuk para pahlawan yang berjuang dalam diam, memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka," jelas Gita dengan nada yang mengharukan.
Film ini sendiri mengisahkan perjalanan seorang perempuan muda bernama Sartika, yang diperankan dengan apik oleh Claresta Taufan. Dia mengandung dan meninggalkan kampung halamannya demi mencari kehidupan yang lebih baik. Sayangnya, harapan indah itu sirna ketika dia justru terjebak dalam fenomena warung kopi pangku di sepanjang Pantura.
Sebelum meraih kemenangan gemilang di FFI, sebenarnya "Pangku" sudah lebih dulu mencuri perhatian di kancah internasional. Di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, film ini sukses memborong empat penghargaan sekaligus: KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award. Sebuah awal yang sangat menjanjikan.
Artikel Terkait
David da Silva Siap Tinggalkan Nostalgia, Bawa Malut United Serang Markas Persebaya
Ekonom UI: Defisit APBN 2025 Masih Aman, Bukan Sinyal Krisis
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!