Dana Segar Rp8 Triliun Danantara Siap Percepat Proyek Smelter Inalum

- Kamis, 20 November 2025 | 15:50 WIB
Dana Segar Rp8 Triliun Danantara Siap Percepat Proyek Smelter Inalum

Jakarta - Ada kabar baru dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Direktur Utama perusahaan, Melati Sarnita, mengungkapkan bahwa Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah menyampaikan Letter of Intent (LoI). Isinya? Mereka berminat menanamkan modal di dua proyek smelter milik perseroan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Kamis kemarin, Melati membeberkan lebih detail. "LoI dari Danantara sudah kami terima. Saat ini sedang dalam proses due diligence," ujarnya. Dua proyek yang dimaksud adalah Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Phase 1 dan Phase 2.

Untuk SGAR Phase 1, komposisi kepemilikannya dibagi antara PT Inalum (60%) dan PT Antam (40%). Nah, rencananya Danantara akan masuk ke kedua proyek alumina ini. "Kita akan berdiskusi lebih lanjut dengan mereka," tambah Melati usai rapat di Kompleks DPR RI.

Soal nilai, partisipasi Danantara disebutkan mencapai 15% dari total investasi. Angkanya cukup besar, yaitu sekitar USD480 juta atau setara Rp8,03 triliun dari total proyek senilai USD3,2 miliar.

Di sisi lain, progres SGAR Phase 1 sendiri sudah sangat matang. Pembangunannya mencapai 98,56%. Proyek yang dijalankan PT BAI ini punya kapasitas 1 juta ton alumina dan ditargetkan beroperasi komersial tahun ini. Mereka bahkan sudah melakukan trial shipment pertama sebanyak 21.000 MT alumina pada 21 April lalu, dilanjutkan dengan enam kali pengiriman ke Inalum.

Sementara untuk fase kedua, SGAR Phase 2, kapasitasnya lebih besar lagi: 1–2 juta ton alumina. Masih dihandle PT BAI, proyek ini baru ditargetkan COD pada 2028.

Tapi tidak berhenti di situ. Inalum juga punya rencana lain: membangun New Aluminium Smelter dengan kapasitas 600.000 ton per tahun. Saat ini kepemilikan masih 100% di tangan Inalum, namun terbuka untuk mitra strategis. Target operasinya tahun 2029.

Kalau dirangkum, total kebutuhan investasi untuk seluruh proyek hilirisasi bauksit ini memang mencapai USD3,2 miliar. Angka itu mencakup pengembangan SGAR Phase 2 plus pembangunan smelter aluminium baru tadi.

Jadi, dengan masuknya Danantara, ada angin segar untuk percepatan proyek-proyek strategis ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar