Sementara untuk fase kedua, SGAR Phase 2, kapasitasnya lebih besar lagi: 1–2 juta ton alumina. Masih dihandle PT BAI, proyek ini baru ditargetkan COD pada 2028.
Tapi tidak berhenti di situ. Inalum juga punya rencana lain: membangun New Aluminium Smelter dengan kapasitas 600.000 ton per tahun. Saat ini kepemilikan masih 100% di tangan Inalum, namun terbuka untuk mitra strategis. Target operasinya tahun 2029.
Kalau dirangkum, total kebutuhan investasi untuk seluruh proyek hilirisasi bauksit ini memang mencapai USD3,2 miliar. Angka itu mencakup pengembangan SGAR Phase 2 plus pembangunan smelter aluminium baru tadi.
Jadi, dengan masuknya Danantara, ada angin segar untuk percepatan proyek-proyek strategis ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Bentuk Tim Khusus Percepat Proyek LNG Raksasa Masela
Menteri AHY Peringatkan Krisis Air Makin Nyata, 43,5% Wilayah Defisit
UEA Hibahkan 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia di Ramadan
BNI Ingatkan Nasabah Waspada Serangan Phishing Saat Lonjakan Transaksi Ramadan-Lebaran