Benarkah Rezim Prabowo Lebih Kondusif dari Era Jokowi? Ini Faktanya!

- Senin, 20 Oktober 2025 | 16:25 WIB
Benarkah Rezim Prabowo Lebih Kondusif dari Era Jokowi? Ini Faktanya!
Stabilitas Politik Ekonomi Prabowo-Gibran: Lebih Kondusif Dibanding Awal Pemerintahan Jokowi?

Stabilitas Politik Ekonomi Prabowo-Gibran Dinilai Lebih Kondusif

Kondisi stabilitas politik dan ekonomi di bawah pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai lebih kondusif jika dibandingkan dengan masa awal kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Analisis ini disampaikan oleh pengamat politik dalam sebuah diskusi publik.

Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, menekankan bahwa stabilitas politik merupakan faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kondisi politik yang kondusif dinilai sangat penting untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.

"Bagi saya, soal stabilitas politik adalah syarat utama agar ekonomi bisa tumbuh, sustain, dan investasi bisa datang ke Indonesia," jelas Adi dalam Forum Diskusi Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.

Harmonisasi Kekuatan Politik dalam Pemerintahan

Menurut Adi, harmonisasi hubungan antar elit dan partai politik menjadi salah satu pencapaian penting dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Hampir seluruh kekuatan politik besar saat ini berada dalam lingkaran kekuasaan, yang mengurangi potensi konflik dan resistensi.

"Kerja sama antar-elit dan antar-partai berjalan sangat baik. Banyak kebijakan pemerintah yang nyaris tidak menemui resistensi atau protes yang berarti," tambah Adi.

Perbandingan dengan Era Pemerintahan Jokowi

Situasi ini berbeda dengan kondisi politik di awal pemerintahan Jokowi. Pada masa itu, dinamika politik cukup tinggi karena mayoritas kursi di parlemen dikuasai oleh kelompok oposisi. Hal ini sempat menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakannya.

Apresiasi terhadap Diplomasi Ekonomi

Adi juga memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja ekonomi Indonesia di tengah tekanan global, seperti perang dagang dan kenaikan tarif internasional. Peran Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, disebut aktif dalam melakukan diplomasi dagang untuk melindungi kepentingan Indonesia.

"Di tengah situasi yang tidak mudah, upaya lobi dan diplomasi yang dilakukan Menko Airlangga patut diapresiasi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi," pungkasnya.

Secara keseluruhan, kondisi politik yang stabil di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran dianggap sebagai fondasi penting untuk percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan iklim investasi di Indonesia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar