Pasalnya, elektabilitas dan popularitas mantan Presiden PKS itu masih sangat rendah.
"Menempatkan Sohibul Iman itu sebagai cagub dari PKS adalah strategi yang kurang tepat. Nama Sohibul Iman, jelas, kurang 'menjual' di Jakarta," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti kepada redaksi, Jumat (28/6).
Ray menilai, keputusan PKS mengusung Sohibul Iman sebagai bakal cawagub pendamping Anies Baswedan terlalu terburu-buru.
Lebih jauh daripada itu, PKS justru menutup kesempatan nama tokoh lain yang potensial untuk masuk.
Selain itu, Pengamat Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga menilai ceruk pemilih Anies Baswedan dan Sohibul Iman sama, sehingga tidak ada nilai lebih jika pasangan ini berlayar di Pilkada Jakarta pada November mendatang.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir