Memang harus diakui, netizen Indonesia itu jeli banget. Baru sekarang mereka ngeh, padahal videonya sudah lama beredar. Awalnya banyak yang menduga ini hasil editan atau rekayasa AI. Ternyata asli, lho.
Seperti kata pepatah yang lagi ngetren akhir-akhir ini: kejujuran itu sederhana, sementara kebohongan itu rumit.
Sederhana, karena kejujuran tak butuh dalih atau rekayasa. Sebaliknya, kebohongan butuh alibi, pengaturan, dan satu kebohongan harus ditutupi oleh kebohongan lainnya. Tak cuma rumit, tapi juga melelahkan.
Nah, pada ijazah Joko Widodo yang sempat viral setelah diposting oleh Dian Sandi, kader PSI tertulis jelas tanggal 5 November 1985.
Artinya, yang sesuai dengan dokumen itu justru video monolog pertama. Lalu kenapa video kedua malah lebih salah? Kalau dibuat video ketiga, bisa-bisa kesalahannya makin jauh. Benar-benar ruwet urusannya.
Dari sini, agaknya kebenaran soal ini belum akan terungkap dalam waktu dekat. Bahkan, bisa jadi tak akan pernah terungkap sama sekali.
Artikel Terkait
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah
Rocky Gerung: Kasus Hukum yang Menggantung Buat Jokowi Sulit Tenang
Eggi Sudjana Sindir Roy Suryo: Belagu, Sok Hebat Soal Kasus Ijazah Jokowi