Bupati Aceh Utara Angkat Tangan, Surat Darurat Dikirim Langsung ke Prabowo

- Rabu, 03 Desember 2025 | 16:15 WIB
Bupati Aceh Utara Angkat Tangan, Surat Darurat Dikirim Langsung ke Prabowo

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, mengaku tak sanggup lagi. Wilayahnya porak-poranda diterjang banjir dan longsor, dan upaya penanganan darurat sudah di luar kemampuannya. Dalam kondisi darurat itu, dia pun mengambil langkah luar biasa: menyurati langsung Presiden Prabowo Subianto untuk meminta bantuan pusat.

Pengakuan itu tertuang jelas dalam sebuah surat resmi bernomor 400/1832/2025, yang ditandatanganinya pada 2 Desember lalu. Yang mencengangkan, surat tersebut menyebutkan bahwa daya rusak bencana kali ini bahkan lebih dahsyat dibanding tsunami Aceh 2004 silam.

“Sedangkan bencana alam banjir yang terjadi pada tanggal 26 November 2025 daya rusaknya meliputi seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara baik pesisir maupun pedalaman yang terdiri dari 27 kecamatan dan 852 desa,”

Begitu bunyi penjelasan pria yang akrab disapa Ayahwa itu, seperti dilaporkan media Rabu (3/12). Tsunami dua dekade lalu, menurutnya, terutama hanya menghantam kawasan pesisir. Kini, seluruh wilayah kabupaten luluh lantak.

Angka korban terus bertambah. Hingga hari kedelapan, bencana ini telah merenggut 121 jiwa. Sementara 118 warga lainnya masih dinyatakan hilang, nasibnya tak jelas. Bukan hanya nyawa yang melayang infrastruktur publik hancur, rumah-rumah penduduk hilang tersapu atau rusak berat, meninggalkan ribuan orang tanpa tempat tinggal.

Situasi di lapangan benar-benar kacau. Banyak desa masih terisolasi, tak bisa dijangkau dari darat karena genangan air yang tak kunjung surut. Akses jalan terputus total, tertutup tumpukan material kayu, lumpur tebal, serta pepohonan dan tiang listrik yang tumbang berserakan.

Menghadapi kenyataan pahit itu, Ayahwa akhirnya menyampaikan permohonan resminya.

“Menindaklanjuti hal tersebut di atas, kami menyatakan ketidakmampuan upaya penanganan darurat bencana dan memohon kepada bapak presiden agar kiranya membantu penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara,”

Surat itu kini menjadi bukti betapa gentingnya situasi. Sebuah kabupaten besar seperti Aceh Utara ternyata benar-benar kelabakan, terpaksa mengibarkan bendera putih ke Istana.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar