Merespons unggahan Anies Baswedan di media sosial, politikus Partai Gerindra Fahri Hamzah langsung menyambut dengan komentar yang cukup menggelitik. Anies sebelumnya berbicara soal pentingnya negara-negara Global South bersatu, menyusul tatanan dunia yang dinilainya sedang porak-poranda. Menurut Anies, persatuan itu perlu agar mereka tak gampang disetir atau diintervensi oleh kekuatan besar dunia.
Fahri, yang juga menjabat Wakil Menteri Perumahan, punya tanggapan singkat namun berbobot.
"Itu omongan Pak Prabowo yang sudah lama pak Anieesss ππππ,"
tulisnya di platform X, Jumat lalu. Komentar itu langsung ramai dibanjiri tanggapan warganet. Salah satunya malah mengalihkan pembicaraan dengan pertanyaan kritis tentang peran Amerika Serikat. "Lalu, haruskah RI ikut mendukung perdamaian dunia yang disponsori Trump, pemimpin dengan hak veto mutlak tanpa PBB? Apa kita yakin dia benar-benar menginginkan perdamaian, bukan sekadar pertarungan dagang?" tulis seorang netizen, menyulut diskusi lain di kolom balasan.
Nah, bagi yang belum familier, istilah Global South ini pada dasarnya merupakan perkembangan dari sebutan "Negara Dunia Ketiga". Ia merujuk pada kawasan di luar Eropa dan Amerika Utara wilayah-wilayah yang sering merasa posisinya tak setara dalam percaturan global.
Jangan Negosiasi Sendirian
Dalam ulasannya, Anies juga menyoroti pidato Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. Poinnya kurang lebih sama: jika negara-negara menengah cuma bernegosiasi sendiri-sendiri dengan negara adidaya, posisi tawar mereka akan selalu lemah. Alhasil, yang terjadi malah saling sikut. Berlomba-lomba jadi yang paling patuh. "Jelas itu tidak bisa disebut sebagai kedaulatan," tegas Anies.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir