Diplomasi Tingkat Tinggi di Solo: Ketika Maaf Tak Perlu Diucapkan dalam Rekonsiliasi Politik

- Rabu, 21 Januari 2026 | 08:50 WIB
Diplomasi Tingkat Tinggi di Solo: Ketika Maaf Tak Perlu Diucapkan dalam Rekonsiliasi Politik

Pertemuan di Solo awal Januari lalu, antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden Jokowi, ternyata masih terus jadi perbincangan hangat. Bukan cuma soal pertemuannya, tapi juga implikasinya terhadap kasus hukum yang sedang berjalan. Nah, dari sekian banyak komentar, ada satu yang menarik perhatian.

Ketua Umum Kami Jokowi, Razman Arif Nasution, punya pandangan khusus. Menurutnya, pertemuan di Solo itu bukan sekadar duduk-duduk biasa. Ia menyebutnya sebagai sebuah "diplomasi tingkat tinggi." Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara 'Rakyat Bersuara' yang tayang di YouTube iNews, Rabu kemarin.

Latar belakang komentar Razman ini adalah tanggapannya terhadap kuasa hukum Roy Suryo dkk, Abdul Gafur Sangadji. Gafur sebelumnya mempersoalkan soal permintaan maaf yang disebut sebagai syarat Restorative Justice (RJ) – yang akhirnya berujung pada terbitnya SP3 untuk kasus itu.

Razman menanggapi hal itu dengan nada yang cukup tegas.

Ia lalu mengajukan sebuah contoh yang cukup familiar di ingatan publik. Coba ingat-ingat pertemuan mesra antara Prabowo dan Jokowi di bangku MRT pada 2019. Padahal, sebelumnya mereka bertikai cukup sengit sejak Pilpres 2014. Intinya, rekonsiliasi politik seringkali punya bahasanya sendiri, yang tak selalu terjebak pada formalitas kata-kata.


Halaman:

Komentar