Persyaratan yang dimaksud jelas: calon Deputi Gubernur BI dilarang menjadi anggota partai politik. Lalu, bagaimana dengan status Tommy di Gerindra?
Prasetyo pun menjelaskan. "Ya sudah mengundurkan dirilah dari partai,"
ungkapnya singkat. Pernyataan ini sekaligus menjawab kegelisahan banyak pihak yang mempertanyakan loyalitas ganda.
Di sisi lain, nama Thomas Djiwandono memang menarik perhatian publik. Selain karena posisinya di pemerintahan, dia juga keponakan dari Presiden Prabowo sendiri. Usulan ini, mau tak mau, menimbulkan beragam tafsir di kalangan pengamat.
Selain Tommy, Prabowo juga menyodorkan dua nama lain. Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro disebut-sebut ikut dalam daftar calon pengganti Juda Agung. Tapi, riak kontroversi sepertinya lebih kuat mengelilingi nama sang Wamenkeu.
Kini, bola ada di pihak DPR. Mereka yang akan menggodok dan memutuskan kelayakan ketiga nama tersebut. Pertanyaan tentang independensi BI, sekali lagi, diuji. Publik hanya bisa menunggu dan melihat, apakah langkah mundur Tommy dari partai cukup untuk meredakan keraguan itu.
Artikel Terkait
Blunder Kubu Jokowi: Pencabutan Tersangka Eggi-Damai Dinilai Justru Melemahkan
Partai Baru Usung Anies Baswedan, Demokrat Ingatkan Tantangan Verifikasi KPU
Damai dan Eggi Ungkap Understanding dengan Jokowi Soal Ijazah di Solo
Partai Baru dan Polemik Ideologi: Antara Pragmatisme dan Representasi