SBY Beri Peringatan: Dunia Berdiri di Ambang Prahara Besar

- Senin, 19 Januari 2026 | 11:25 WIB
SBY Beri Peringatan: Dunia Berdiri di Ambang Prahara Besar

“Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia,” tegasnya.

Lalu apa yang bisa dilakukan? SBY menekankan bahwa berdoa saja tidak cukup. Sekalipun doa itu datang dari miliaran manusia, kata dia, tidak akan ada artinya tanpa tindakan nyata. Upaya kolektiflah kuncinya.

“Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita. Mari kita berbicara dan berupaya,” ajaknya.

Di sini, ia mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein. Intinya, kehancuran dunia sering terjadi bukan karena ulah orang jahat semata, tapi karena orang-orang baik memilih untuk diam dan membiarkan segalanya terjadi.

Sebagai langkah konkret, SBY mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar Sidang Umum Darurat. Sidang itu harus mempertemukan para pemimpin dunia dengan satu agenda tunggal: mencari cara nyata mencegah krisis global, termasuk potensi perang dunia baru.

“Saya tahu, saat ini PBB boleh dikata tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan doing nothing,” kata SBY.

Ia sadar, seruan ini mungkin akan ditanggapi dingin. Tapi setidaknya, ini bisa menjadi pemicu awal bagi tumbuhnya kesadaran kolektif. Bagaimanapun, seperti pesan yang ia tutup, if there is a will, there is a way.


Halaman:

Komentar