“Mereka mensyaratkan tak boleh ada dokumentasi sama sekali. Publikasi soal pertemuan ‘pengkhianatan’ ini juga dilarang. Bahkan, keberangkatan mereka ke Solo pun dasarnya adalah kesepakatan untuk merahasiakan ini semua,” jelas Khozinudin.
Namun begitu, niat mereka untuk merahasiakan pertemuan itu tampaknya terlalu naif. Mereka sepertinya lupa, bahwa mereka bukan sedang berurusan dengan pihak yang bisa dipegang janjinya.
“Alhasil, pertemuan itu malah dibocorkan sendiri oleh Jokowi. Bocoran awal datang dari Kompol Syarif, ajudan Jokowi, yang mengabarkan soal kedatangan Eggi dan Damai,” pungkas Khozinudin. Rencana rahasia pun akhirnya terbongkar juga.
Artikel Terkait
Polemik Ijazah Jokowi: Dari Debat Gagasan ke Ranah Hukum, Ada Hitungan Politik di Baliknya
Hensat Soroti Kontroversi Pandji: Ini Cuma Ekspresi Kekesalan, Bukan Gerakan Asing
PDIP Main Halus: Strategi Penyeimbang untuk Jaga Pintu Kekuasaan
Jokowi Masih Jadi Bahan Perdebatan, Warganet: Seperti Nabi, Bungulnya