Bagi MIND ID, holding industri pertambangan Indonesia, komitmen pada tata kelola yang baik bukan sekadar wacana. Ini adalah fondasi nyata. Terutama untuk mendukung program hilirisasi kekayaan mineral tanah air yang sedang digenjot. Tanpa fondasi yang kokoh, mustahil membangun masa depan.
Nah, upaya itu diwujudkan lewat serangkaian program strategis. Mereka menyentuh banyak hal, mulai dari integritas bisnis, isu sosial dan HAM, sampai soal lingkungan yang bertanggung jawab. Tak lupa, tentu saja, kinerja keuangan korporasi itu sendiri.
Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menekankan posisi khusus perusahaan ini. Sebagai BUMN yang jadi fondasi bagi Indonesia dan bahkan peradaban dunia, tata kelola berintegritas dan berkelanjutan adalah hal yang utama. Pokoknya, non-negotiable.
“Penerapan tata kelola yang berintegritas dan berkelanjutan menjadi fondasi utama bagi kami dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan sekaligus memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan bagi MIND ID dan seluruh Anggota grup,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (15/12).
Menurutnya, seluruh proses tata kelola dijalankan secara terintegrasi di seluruh grup. Mulai dari perencanaan, implementasi, sampai pengawasan. Tujuannya satu: agar penciptaan nilai tambah dari sumber daya alam mineral bisa optimal betul.
Lalu, sejauh mana konsistensi mereka? Untuk mengukurnya, MIND ID menjalani penilaian independen. Hasilnya? Mereka baru saja meraih penghargaan Tempo INSTAR 2025 dengan level ‘Committed’. Ini bukan ajang biasa.
Penghargaan Tempo INSTAR sendiri digelar oleh Tempo Media Group bersama Transparency International Indonesia. Metodenya ketat, menilai integritas, keberlanjutan, dan ketahanan korporasi dari berbagai sudut. Aspeknya meliputi tata kelola bisnis, tanggung jawab sosial dan HAM, pengelolaan lingkungan, plus kinerja keuangan.
Dari sisi tata kelola, MIND ID dinilai cukup solid. Perusahaan dinilai mampu mengimplementasikan program pencegahan korupsi dan mengelola konflik kepentingan di internal. Ini jadi dasar bagi ekosistem bisnis yang transparan.
Di sisi lain, pemenuhan HAM bagi karyawan dan masyarakat sekitar juga dikedepankan. Caranya melalui perlindungan hak pekerja, pemberdayaan masyarakat, dan tentu saja pengelolaan dampak sosial yang berkelanjutan.
Soal keselamatan kerja, standarnya tinggi. Mereka mengacu pada ISO 45001 dan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP). Targetnya jelas: zero fatality. Perbaikan terus-menerus dilakukan agar operasional tetap aman dan produktif.
Komitmen pada lingkungan juga tak main-main. Pengelolaan air, pengendalian emisi gas rumah kaca, sampai penanganan limbah semuanya berorientasi pada keseimbangan ekosistem di sekitar area operasi.
Bagaimana dengan ketahanan korporasinya? Ternyata, kinerja keuangan MIND ID tergolong sehat. Pengelolaan pendapatan, aset, dan profitabilitasnya berjalan berkelanjutan. Ini jadi landasan penting untuk bisnis jangka panjang mereka.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga integritas, keberlanjutan, dan ketahanan bisnis. Kami meyakini bahwa tata kelola yang baik merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya menutup pernyataan.
Jadi, jalan mereka masih panjang. Tapi setidaknya, langkah awal dengan pengakuan eksternal ini sudah diraih. Tinggal konsistensi ke depannya yang akan membuktikan segalanya.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020