Latar belakang dari permintaan maaf ini sebenarnya sudah bisa ditebak. Sebelumnya, Partai Demokrat memang gerah. Mereka melayangkan somasi ke sejumlah akun media sosial yang dianggap menyebarkan narasi bahwa SBY ada di balik isu ijazah palsu Jokowi.
Dalam somasi yang ditujukan ke sebuah akun TikTok berinisial SWBMP, Badan Hukum dan Pengamanan Partai DPP Demokrat menyebut konten tersebut penuh kebohongan.
"Bahwa pernyataan yang ada dalam video tersebut adalah tidak benar, jauh dari suatu kebenaran, merupakan pemberitaan bohong dan/atau fitnah,"
Begitu bunyi surat somasi itu.
Partai itu tidak main-main. Mereka menjabarkan sejumlah pasal yang dilanggar, mulai dari UU Hukum Pidana hingga UU ITE. Menurut Demokrat, pernyataan dalam video itu telah menyesatkan publik dan menimbulkan kegaduhan di internal partai.
"Bahwa pernyataan dalam video dimaksud telah membuat keruh situasi, menyesatkan, mengakibatkan terjadinya keonaran di kalangan masyarakat, pengurus, kader, dan anggota Partai Demokrat. Dan pernyataan dalam video tersebut telah merugikan citra/nama baik Partai Demokrat seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat khususnya,"
Tegas somasi tersebut.
Artikel Terkait
Di Tengah Sorak Petani Karawang, Prabowo Sindir Elit yang Kerjanya Cuma Ngejek
Retret di Hambalang: Prabowo Kumpulkan Menteri, Bukan Cuma untuk Evaluasi
Hensat Soroti Retret Kabinet: Evaluasi dan Uji Loyalitas Jelang 2026
Demokrat Tak Terima Maaf, Empat Akun Pendukung Jokowi Tetap Dipolisikan