Walaupun demikian, lanjut Ali, sejauh ini Indonesia hanya diizinkan untuk mengantar bantuan ke El Arish. Bantuan-bantuan itu dijadwalkan tiba di El Arish pada 15 hari ke depan, setelah KRI dr. Radjiman berlayar dari Jakarta, Kamis, untuk mengantarkan bantuan tersebut.
Bantuan sebanyak 80 truk, yang saat ini berada di KRI dr. Radjiman, terdiri atas popok sekali pakai (532 karung), pakaian anak-anak (600 karung), pakaian dewasa (700 karung dan 500 boks), susu (800 kardus), biskuit (650 dus), air mineral galon (1.254 galon), air mineral kardus (1.700 kardus), obat-obatan (460 kardus), selimut (450 karung), jaket (450 karung), dan mie instan (470 kardus).
Jika dikelompokkan sesuai wadah, maka jumlahnya ada 4.080 kardus, 2.732 karung, 500 boks, dan 1.254 galon.
Baca Juga: Kampanye Hari ke-52, Ganjar ke Ngawi dan Mahfud Tetap Berjaga di Jakarta
Pengiriman bantuan itu merupakan bagian dari operasi kemanusiaan Muhibah/Port Visit ke Mesir 2024 yang dipimpin oleh Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Laksma TNI Bimo Aji.
Bimo Aji membawahi lebih dari 200 kru kapal, yang 40 di antaranya merupakan pasukan khusus TNI AL.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir