“Dan dalam situasi seperti ini malah DPP Partai Golkar sibuk mencopot Ijeck. Padahal saat ini ketua sedang berbuat untuk masyarakat. Ini bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral sebagai pemimpin daerah,” jelasnya dengan nada kesal.
Dedikasinya untuk masyarakat, menurut Aprina, sudah tak diragukan lagi. Selama ini, baik sebagai Wakil Gubernur maupun ketua partai di daerah, Ijeck punya rekam jejak yang jelas: selalu muncul di tengah kesulitan warga.
“Ini bukan hal baru. Setiap ada bencana, Bang Ijeck selalu hadir. Baik itu banjir, longsor, maupun musibah lainnya. Beliau tidak hanya memantau dari jauh, tapi benar-benar turun langsung,” tandas Aprina.
Pencopotan yang berlangsung di tengah gelombang banjir ini, bagi sejumlah kader, terasa janggal. Mereka melihat ada prioritas yang kurang tepat dari pusat. Sementara di lapangan, kerja-kerja kemanusiaan tak bisa menunggu.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI