Kumpulan kejadian itulah yang mendorong Said Didu menyampaikan peringatan terbuka kepada Presiden. Ia mempertanyakan kendali kekuasaan yang sebenarnya.
Dalam cuitan terpisah, sindirannya bahkan lebih tajam. Ia menyebut Kapolri bakal mengangkat dirinya sendiri jadi presiden.
Di sisi lain, nada pesimis tetap terasa. Pada akhir rangkaian cuitannya, Said Didu kembali menegaskan kecurigaannya.
Pernyataan-pernyataan keras ini tentu menyisakan banyak tanya. Said Didu, yang pernah menjabat Sekretaris Kementerian BUMN, jelas bukan orang sembarangan. Kritiknya, terlepas dari pro-kontra, menyiratkan kegelisahan tertentu di kalangan birokrat. Apakah ini sekadar persepsi, atau ada sesuatu yang memang sedang tak beres? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah