Kumpulan kejadian itulah yang mendorong Said Didu menyampaikan peringatan terbuka kepada Presiden. Ia mempertanyakan kendali kekuasaan yang sebenarnya.
Dalam cuitan terpisah, sindirannya bahkan lebih tajam. Ia menyebut Kapolri bakal mengangkat dirinya sendiri jadi presiden.
Di sisi lain, nada pesimis tetap terasa. Pada akhir rangkaian cuitannya, Said Didu kembali menegaskan kecurigaannya.
Pernyataan-pernyataan keras ini tentu menyisakan banyak tanya. Said Didu, yang pernah menjabat Sekretaris Kementerian BUMN, jelas bukan orang sembarangan. Kritiknya, terlepas dari pro-kontra, menyiratkan kegelisahan tertentu di kalangan birokrat. Apakah ini sekadar persepsi, atau ada sesuatu yang memang sedang tak beres? Hanya waktu yang bisa menjawab.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir