MURIANETWORK.COM – Publik mulai menyoroti sepak terjang Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, tak sedikit yang menyamakannya dengan “New Luhut”. Julukan itu muncul lantaran Sjafrie terlihat mengurusi banyak hal, mirip peran Menko Marves Luhut B. Panjaitan di era pemerintahan Jokowi dulu.
Namun begitu, benarkah perbandingan itu tepat? Pengamat geopolitik Anton Permana punya pandangan lain. Menurutnya, sosok Sjafrie dan Luhut tetaplah berbeda.
“Istilah New Luhut, kalau dulu ada Pak Luhut sekarang ada Pak Sjafrie. Menurut saya pribadi, Pak Sjafrie ini berbeda dengan Pak Luhut. Karena kalau Pak Luhut dulu kan khusus mencari cuan, ya industri, perkebunan, semuanya itu Pak Luhut ditunjuk oleh Pak Jokowi sebagai ketua satgas, ketua apalah namanya. Tapi kalau Pak Sjafrie ini dia terus-terus sebagai tukang cuci piring gitu.”
Ungkapan Anton itu disampaikan dalam kanal YouTube Refly Harun, Rabu malam lalu. Ia lantas memberi contoh. Kiprah Sjafrie mulai menonjol saat menangani demo mahasiswa 25 Agustus. Tak cuma itu, ia juga muncul di persoalan timah Bangka-Belitung, banjir Aceh, hingga urusan Bandara Morowali.
“Banyak yang beranggapan, ini kok Pak Sjafrie semuanya mau diambil nih kan gitu,” ujar Anton. “Mungkin ada traumatik Luhut atau mungkin juga tendensius yang lain,” tambahnya.
Di sisi lain, aktivis senior ini menegaskan satu hal. Apa yang dilakukan Sjafrie sejatinya masih dalam koridor tugasnya sebagai menteri pertahanan.
“Yang penting kita lihat, tentu kita kembalikan pada posisi beliau sebagai menteri pertahanan. Tugas menteri pertahanan itu mencakup tiga hal, (pertama) melindungi kedaulatan, mencegah keutuhan wilayah dan yang terakhir menjaga keselamatan masyarakat.”
Jadi, lanjut Anton, semua yang dijalankan Sjafrie sebenarnya sudah tercakup dalam tupoksinya. Ia ambil contoh kasus Bangka-Belitung dan IMIP yang sempat viral. Menurutnya, Sjafrie tetap berbicara pada hal-hal normatif tentang kedaulatan yang memang menjadi kewajiban utamanya.
“Nah, kalau ada yang beranggapan beliau sudah banyak seperti Luhut, bisa kita lihat satu-satu,” pungkasnya. Intinya, peran Sjafrie mungkin terlihat luas, tapi dasarnya tetap pada mandat pertahanan yang diembannya.
Artikel Terkait
Dudung Bantah Terlibat Susun Pidato Prabowo yang Dikritik Habib Rizieq
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo