Di tengah gempuran dan blokade yang tak kunjung reda, kehidupan di Gaza memang tak mudah. Tapi siapa sangka, justru dari sana muncul secercah kepedulian yang menyentuh hati. Rakyat Palestina di Gaza ternyata masih menyempatkan diri memikirkan nasib saudara-saudaranya di Indonesia yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Ustaz Ferry Nur, Pembina Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), mengungkapkan hal itu dengan nada haru. "Rakyat Gaza Palestina, walaupun sedang menderita akibat genosida, serangan brutal penjajah Israel, dan banjir akibat hujan lebat, masih memiliki kepedulian dan cinta kepada rakyat Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa lalu.
Kepedulian itu bukan sekadar kata. Seorang warga Gaza, Abu Ahmad, membuktikannya dengan aksi nyata. Lewat KISPA, ia menyumbangkan uang pribadinya sebesar 1.000 dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp15 juta. Jumlah yang mungkin bagi sebagian orang tak seberapa, tapi bagi seorang yang hidup di tengah konflik, itu adalah pengorbanan yang luar biasa.
Bahkan, dalam pesannya, Abu Ahmad terlihat sungkan.
"Mohon maaf, karena jumlah ini terlalu kecil menurut kemampuan saya," ujarnya.
Artikel Terkait
Keluarga Maruf Amin Bantah Klaim Restu untuk Zulfa Mustofa
Mahfud MD Soroti Protes Pascabencana: Pemecatan Bukan Solusi, Tapi Kinerja Pemerintah Patut Dikritik
Klaim 93% Listrik Aceh Menyala Dibantah: Faktanya Masih Gelap Gulita
AI UGM Sebut Jokowi Tak Lulus, Kampus Buru-buru Meluruskan