Iran Buka Kembali Penerbangan Internasional, Dimulai dari Bandara Mashhad

- Minggu, 19 April 2026 | 19:40 WIB
Iran Buka Kembali Penerbangan Internasional, Dimulai dari Bandara Mashhad
Iran Buka Penerbangan Internasional

Setelah berbulan-bulan sepi, langit Iran perlahan akan ramai lagi. Otoritas Penerbangan Sipil negara itu memutuskan untuk membuka kembali penerbangan internasional mulai Senin, 20 April besok. Namun, pembukaannya tak serentak. Untuk tahap awal, hanya Bandara Mashhad di timur laut yang diperbolehkan beroperasi melayani penumpang dari dan ke luar negeri.

Kabar ini pertama kali disiarkan oleh televisi pemerintah, yang mengutip pernyataan resmi Organisasi Penerbangan Sipil. "Izin untuk mengoperasikan penerbangan penumpang internasional di Bandara Mashhad telah dikeluarkan, mulai besok," begitu bunyi pengumuman tersebut.

Menurut laporan kantor berita IRNA, para calon penumpang sudah bisa memesan tiket mereka. Organisasi itu menyatakan bahwa pelancong kini diperbolehkan "membeli tiket untuk rute internasional ke dan dari Bandara Mashhad."

Keputusan ini tentu jadi angin segar. Jangan lupa, bandara-bandara di Iran tutup total sejak akhir Februari lalu, tepatnya saat perang dengan Israel dan Amerika Serikat pecah. Ruang udaranya mati, terkunci.

Rencana pembukaan ini ternyata sudah diplot bertahap. Sebelumnya, otoritas penerbangan sempat berencana membuka wilayah udara secara perlahan. Mereka akan mulai dengan penerbangan transit dulu, lalu berlanjut ke operasi dari bandara-bandara di kawasan timur Iran dan Mashhad adalah yang pertama.

Lalu bagaimana dengan kota-kota lain? Untuk Teheran, misalnya, masyarakat harus bersabar lebih lama. Dua bandara utamanya, Imam Khomeini dan Mehrabad, baru akan beroperasi pada fase ketiga. Sementara bandara-bandara di wilayah barat Iran justru akan dibuka paling akhir, menutup rangkaian proses normalisasi ini.

Jadi, langkah Iran ini terlihat hati-hati sekali. Mereka tak mau terburu-buru. Mashhad jadi percobaan, pintu pertama yang dibuka lebar setelah sekian lama tertutup rapat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar