Prabowo Berkelakar Soal Rambut Dudy & Prasetyo: Momen Santai Usai Resmikan Stasiun Baru

- Selasa, 04 November 2025 | 14:40 WIB
Prabowo Berkelakar Soal Rambut Dudy & Prasetyo: Momen Santai Usai Resmikan Stasiun Baru
Prabowo Berkelakar Soal Rambut Dudy dan Prasetyo - Kabinet Indonesia Maju

Prabowo Subianto Berkelakar Soal Rambut Dua Menterinya Setelah Setahun Bekerja

Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sisi santainya dengan berkelakar mengenai penampilan dua anggota kabinetnya. Ia menyoroti kondisi rambut Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah satu tahun mereka bertugas di Kabinet Indonesia Maju.

Momen kelakar Presiden Prabowo ini terjadi usai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru pada Selasa, 4 November 2025. Acara yang awalnya berfokus pada pembahasan infrastruktur transportasi nasional ini diwarnai dengan canda ringan yang mencairkan suasana.

Fokus Awal: Pembangunan Jalur Kereta Api Luar Jawa

Sebelum berkelakar, Prabowo menyampaikan komitmen pemerintah dalam membangun jalur kereta api di luar Pulau Jawa. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan biaya logistik nasional yang selama ini membebani perekonomian.

"Daripada pakai truk-truk yang banyak, jalan rusak. Habisin BBM, kereta api listrik, kita akan sangat turunkan biaya ekonomi," jelas Prabowo mengenai rencana strategis pemerintahannya.

Prabowo Tunjuk AHY dan Dudy untuk Percepat Proyek

Dalam konferensi pers tersebut, Presiden Prabowo kemudian menunjuk langsung Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi untuk memastikan percepatan proyek.

Dengan menepuk pundak Dudy, Prabowo bertanya kapan kepastian operasional jalur kereta api tersebut dapat direalisasikan. Dudy pun menegaskan komitmennya dengan menjawab, "Segera mungkin, Pak," sebagai bentuk kesiapan Kementerian Perhubungan dalam menjalankan instruksi presiden.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar