Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan bahwa pihaknya melalui program 'Polwan Jaga Jakarta' memberikan pendampingan kepada korban. Salah satu korban yang dijenguk adalah MA (17), seorang pelajar kelas 11 yang mengalami luka lecet di telinga kiri dan mengeluhkan dengung pada pendengarannya. Meski begitu, kondisi MA dilaporkan berangsur membaik.
Fakta Mencekam: Tulisan "Die" Berdarah dan Identitas Pelaku
Investigasi di lokasi kejadian mengungkap fakta mencekam. Di samping jasad pelaku, terdapat tulisan "Die" yang ditorehkan menggunakan noda darah. Pelaku diduga menulis pesan tersebut sebelum tewas setelah dilumpuhkan. Yang mengejutkan, pelaku teror ini ternyata merupakan siswa dari SMA Negeri 72 Jakarta sendiri.
Selain tulisan berdarah, di dekat jasad pelaku juga ditemukan benda yang diduga senjata api laras panjang dan sebuah pistol. Pada senjata laras panjang tersebut, terdapat beberapa tulisan seperti "Welcome to Hell" dan "Natural Selection".
Upaya Pemulihan dan Jaminan Keamanan
Kepolisian terus berupaya memulihkan kondisi para korban dan memastikan keamanan. Sejumlah personel kepolisian ditempatkan di RS Pertamina Cempaka Putih untuk mengamankan proses perawatan korban. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh Pemprov DKI.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor