Kronologi Kecelakaan KA Bangunkarta di Prambanan: 3 Tewas Diduga Gagal Palang Pintu

- Rabu, 05 November 2025 | 15:45 WIB
Kronologi Kecelakaan KA Bangunkarta di Prambanan: 3 Tewas Diduga Gagal Palang Pintu
Kronologi Kecelakaan Maut KA Bangunkarta di Prambanan, 3 Tewas - Analisis Lengkap

Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut KA Bangunkarta di Prambanan Tewaskan 3 Orang

Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api. Tiga orang meninggal dunia setelah KA 161 Bangunkarta menabrak satu mobil dan dua sepeda motor di perlintasan sebidang JPL 320, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, pada Selasa (4/11/2025) pagi. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh keterlambatan palang perlintasan kereta api yang turun.

Detail Waktu dan Lokasi Kejadian

Kecelakaan tragis ini terjadi tepatnya pada pukul 10.43 WIB. Lokasi kejadian berada di perlintasan sebidang JPL 320, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat kejadian, arus lalu lintas di lokasi tersebut terpantau ramai namun tetap tertib sebelum insiden berlangsung.

Kronologi Kecelakaan Berdasarkan Kesaksian Mata

Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Zidan (20) yang bekerja di toko dekat lokasi, kronologi kejadian bermula ketika ia mendengar suara klakson panjang kereta api dari arah timur. Yang mencurigakan, suara palang perlintasan yang seharusnya segera turun justru baru terdengar beberapa detik kemudian.

Zidan yang penasaran kemudian keluar dari tokonya dan langsung menyaksikan pemandangan tragis. Satu mobil dan dua sepeda motor (Honda Scoopy dan Honda Vario) tertabrak oleh KA Bangunkarta yang melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil dan Honda Scoopy datang dari arah utara, sementara Honda Vario melaju dari arah selatan.

Penyebab Diduga Keterlambatan Palang Pintu

Diduga kuat, penyebab utama kecelakaan ini adalah keterlambatan palang perlintasan yang turun. Sistem palang diperkirakan tidak segera menutup karena sebelumnya ada truk yang melintas. Akibatnya, kendaraan di belakang truk tidak sempat menghindar ketika kereta sudah mendekat dengan cepat.

Korban Kecelakaan KA Bangunkarta

Dampak kecelakaan ini sangat memilukan. Tiga pengendara sepeda motor tewas di tempat kejadian akibat luka berat yang diderita. Sementara tiga penumpang mobil yang terdiri dari dua orang dewasa dan satu anak kecil mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan intensif.

Warga sekitar yang mendengar suara benturan keras segera berusaha mengevakuasi korban. Sayangnya, pertolongan datang terlalu late untuk ketiga pengendara motor yang nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Respons Resmi PT KAI Daop 6 Yogyakarta

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden kecelakaan maut ini. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (5/11/2025), Feni menegaskan bahwa KAI akan menanggung seluruh biaya penanganan bagi para korban, termasuk pendampingan terhadap keluarga korban yang meninggal dunia.

Feni juga memastikan bahwa seluruh awak dan penumpang KA 161 Bangunkarta dalam kondisi selamat. Setelah proses penanganan di lokasi kecelakaan selesai, kereta dapat melanjutkan perjalanannya menuju Jakarta.

Imbauan Keselamatan dari PT KAI

Melalui peristiwa ini, PT KAI kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat melintasi perlintasan sebidang. Masyarakat diimbau untuk mematuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas dan tidak memaksakan diri melintas ketika lampu peringatan sudah berkedip atau palang pintu已经开始 turun.

Kecelakaan maut KA Bangunkarta di Prambanan ini menjadi pengingat pahit betapa pentingnya keselamatan dalam berkendara, terutama saat melintas di area perlintasan kereta api. Dalam hitungan detik, kelalaian atau malfungsi sistem dapat merenggut nyawa dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Komentar