Motif pembunuhan ini berawal dari hal sepele. Ikhsan yang sedang mabuk menjadi emosi ketika Novrianto mematikan hotspot dengan alasan kuota internet hampir habis. Kemarahan Ikhsan memuncak karena merasa korban masih bisa menonton video di ponsel.
Kronologi Pembunuhan Sadis
Dalam kondisi emosi dan pengaruh tuak, Ikhsan mengambil parang di dapur dan membacok kepala Novrianto. Korban sempat mencoba kabur, namun dikejar hingga ke kebun sawit belakang rumah dan akhirnya dibunuh secara sadis. Pelaku kemudian membungkus dan mengubur jasad korban dalam terpal untuk menyembunyikan kejahatannya.
Fakta Lain: Tindakan Asusila Sebelum Pembunuhan
Penyelidikan polisi mengungkap fakta mengejutkan lainnya. Malam sebelum kejadian, Ikhsan diduga menyuruh Novrianto untuk berbuat tidak senonoh terhadap istrinya sendiri. Perselisihan kemudian memanas ketika Ikhsan merasa telah "memberikan" banyak hal, termasuk istrinya, sementara Novrianto justru enggan memberikan akses hotspot.
Status Pelaku dan Ancaman Hukuman
Pelaku Ikhsan kini telah diamankan di Mapolres Siak. Ia dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya maksimal penjara seumur hidup.
Kasus pembunuhan di Siak ini menjadi peringatan tentang bagaimana perselisihan sepele, ditambah dengan pengaruh alkohol, dapat berujung pada tindakan kriminal yang tragis.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor