Bayi Malang Tewas Mulut Dilakban di Karawang, Ternyata Ini Motif Pelaku yang Mengejutkan

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:30 WIB
Bayi Malang Tewas Mulut Dilakban di Karawang, Ternyata Ini Motif Pelaku yang Mengejutkan

Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas dengan Mulut Terlakban di Karawang, 2 Pelaku Ditangkap

Warga Karawang diguncang penemuan bayi baru lahir dalam kondisi tewas dengan mulut terlakban. Peristiwa tragis ini terjadi di area persawahan Kampung Kalen Kupu, Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, Jawa Barat.

Kronologi Penemuan Bayi di Pinggir Sawah

Pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 21.30 WIB, warga menemukan tas ransel mencurigakan di pinggir sawah. Setelah dibuka, terungkap jasad bayi laki-laki baru lahir yang masih memiliki tali pusar. Kondisi bayi sangat memprihatinkan dengan mulut tertutup lakban dan tubuh yang telah membiru.

Polisi Ungkap Motif dan Modus Pelaku

Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah mengkonfirmasi penangkapan dua pelaku hanya dalam 24 jam setelah laporan. Pelaku berinisial MRB (20) dan RDL (21) mengaku membunuh bayi mereka sendiri karena malu memiliki anak di luar nikah.

Menurut pengakuan pelaku, RDL melahirkan di rumahnya pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.00 WIB tanpa bantuan bidan. Keduanya kemudian menutup mulut bayi dengan lakban hingga korban tidak bisa bernapas dan meninggal dunia.

Barang Bukti dan Pasal yang Dijerat

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti termasuk tas ransel hitam, kain jarik batik, lakban, dan tas jinjing. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35/2014 tentang kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.

Lokasi pembuangan bayi berada sekitar 5 kilometer dari tempat kejadian dan 26 kilometer dari pusat kota Karawang. Pemeriksaan forensik masih dilakukan untuk memastikan penyebab kematian bayi tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar