Menkeu Purbaya Yudhi Tolak 2 Proyek APBN: Kereta Cepat Whoosh dan Usulan Luhut
MURIANETWORK.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi menunjukkan sikap tegasnya dengan menolak pembiayaan dua proyek menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Salah satu proyek yang ditolak merupakan usulan dari Luhut Binsar Pandjaitan.
Setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) dan menggantikan Sri Mulyani, kebijakan Purbaya Yudhi langsung menjadi sorotan. Dalam kurun waktu satu bulan menjabat, ia telah mengambil keputusan penting untuk tidak mengalokasikan dana APBN untuk dua proyek strategis.
1. Penolakan Pembiayaan Utang Kereta Cepat Whoosh
Purbaya Yudhi dengan tegas menolak opsi untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung menggunakan APBN. Penolakan ini merupakan respons terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.
Menurut Menkeu, proyek Whoosh telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini berada di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Purbaya menegaskan bahwa Danantara sudah memiliki manajemen dan sumber pendapatan deviden sendiri.
"Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu, tapi KCIC di bawah Danantara kan, kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, punya deviden sendiri," ujar Purbaya, seperti dikutip dari Tribunnews.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Danantara mampu mengantongi deviden hingga Rp 80 triliun dalam satu tahun. Oleh karena itu, pembiayaan utang Whoosh dinilai dapat diselesaikan tanpa campur tangan dan dana dari pemerintah.
Artikel Terkait
Dua Pendaki Saksikan Ledakan Pesawat KKP di Lereng Bulusaraung
Serpihan Pesawat ATR Ditemukan Pendaki di Gunung Bulusaraung Usai Hilang Kontak
Kemarahan Dedi Mulyadi di Gunung Ciremai: Hutan Bukan Tempat Usaha!
Kisah Abah Aloh dan Puluhan Korban Lain yang Masih Menanti Bantuan di Sukabumi