Di sebuah rumah duka di Kramat Jati, Jakarta Timur, suasana duka mendadak berubah jadi kisah penipuan yang memilukan. Keluarga Nyai Hasanah (45) harus berhadapan dengan kenyataan pahit: uang takziah mereka lenyap diambil orang. Kejadiannya berlangsung Senin (2/3) lalu, tepatnya di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh.
Pelakunya seorang perempuan. Dia datang pagi-pagi sekali, sekitar pukul 08.00 WIB, tak lama setelah mertua Hasanah menghembuskan nafas terakhir pada pukul 04.00 WIB. Saat itu, rumah masih sepi. Perempuan itu mengaku kenal dengan keluarga, bahkan menyebut diri sebagai "teman perjuangan" kakak ipar almarhumah teman yang biasa bersama mengantre bantuan sembako atau KJP.
Hasanah pun tak curiga.
"Iya pelakunya perempuan, ngakunya mau melayat, kenal sama kita," ujar Hasanah ketika ditemui di lokasi, Kamis (5/3/2026). "Tahu-tahunya uang takziah ludes, hilang nggak tersisa."
Sepanjang pagi, perempuan itu hanya duduk tenang. Sesekali matanya menyapu ruangan, seolah mengamati keadaan. Dia bertahan hingga hampir waktu pemakaman. Lalu, dengan alasan mau ke toilet, dia menghilang ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian, dia keluar dan langsung melesat pergi.
Barulah sekitar pukul 12.30 WIB, keluarga menyadari uang sumbangan duka itu raib semua. Warga sempat mengejar, tapi sia-sia. Pelaku sudah jauh.
Kini, rekaman CCTV yang memperlihatkan perempuan itu berlari kecil usai aksinya beredar luas di media sosial. Wajahnya terekam jelas. Menurut informasi, rupanya ini bukan kali pertama. Perempuan yang sama diduga sudah beraksi di beberapa lokasi lain. Misalnya di Jalan Damai Lubang Buaya pada akhir Desember 2025, lalu lagi di kawasan Bambu Apus awal Februari 2026.
Kisahnya jadi peringatan pilu: di saat keluarga sedang berduka dan lengah, justru ada yang memanfaatkan kesempatan untuk berbuat khianat.
Artikel Terkait
Sengketa Batas Tanah Berujung Tembak, Warga Lampung Luka di Pinggul
Fabio Grosso Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Baru Fiorentina hingga 2028
Buku “Presiden Solusi” Diluncurkan, Rangkum 108 Gagasan Prabowo Selama 18 Bulan
Netanyahu: Serangan ke Iran Dihentikan, Peringatkan Balasan Kekuatan Penuh Jika Teheran Menyerang Lagi