Pelaku penyekapan Taufik Hidayat ternyata sempat mendatangi Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sebelum akhirnya diringkus polisi. Kedatangannya terekam kamera pengawas pada pukul 04.00 WIB, saat ia menemui petugas pos jaga dengan mengenakan masker dan helm.
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Taufik Hidayat menyampaikan keinginannya untuk bertemu gubernur. "Saya ingin ketemu Pak Gubernur, saya mau dipenjara tapi ada hal yang harus saya sampaikan dulu," ujar Dedi menirukan pernyataan Taufik kepada petugas.
Menurut Dedi, Taufik tidak meminta perlindungan, melainkan ingin menyampaikan sesuatu sebelum ditangkap. Namun, pertemuan itu tidak terjadi karena Taufik belum berhasil menemuinya. "CCTV-nya ada. Jadi memang dia mencari," lanjut Dedi.
Selain ke Gedung Pakuan, Taufik juga berusaha mendatangi Lembur Pakuan, tetapi orang yang mengantarnya mengurungkan niat karena takut menjadi sasaran amukan massa. "Sampai di Cikaum yang nganternya nggak berani, karena takut di jalan dilihat oleh orang, ketahuan sama orang digebukin," jelas Dedi.
Sebelumnya, Taufik Hidayat ditangkap pada 23 Juni 2026 di Majalaya, Bandung, setelah sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan beberapa kali berpindah tempat. Kasusnya menjadi sorotan publik setelah Gubernur Dedi Mulyadi membuka sayembara dengan hadiah Rp250 juta bagi siapa pun yang berhasil menangkap pelaku.
Mantan bos Taufik, Dadang, mengungkapkan bahwa pelaku sempat kebingungan dan ketakutan karena kasusnya viral. Ia bahkan mengaku ingin kabur dan mengakhiri hidup. Polisi akhirnya berhasil meringkusnya, menjadi titik terang dalam kasus penyekapan tragis ini.
Artikel Terkait
Karyawan Toko Padel di Jaksel Disekap dan Dianiaya Usai Dituduh Curi 10 Raket
Motif Penyekapan Tiga Karyawan Percetakan di Senen Terungkap, Diduga karena Curi Pelat
32 Negara Siap Bertarung di Babak Gugur Piala Dunia 2026
Dukun Ghana Incar Harry Kane, Laga Inggris Berakhir Imbang Tanpa Gol