Menteri Perdagangan Budi Santoso mengakui harga bahan pokok di sejumlah daerah mengalami penurunan setelah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) libur sementara akibat libur sekolah. Penurunan ini terpantau dari data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang menunjukkan harga beberapa komoditas kini berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Budi mengaku sempat mengunjungi pasar tradisional di Banyumas, Jawa Tengah, dan mendapati harga telur serta daging ayam sudah di bawah HET. "Memang salah satu faktornya MBG yang setelah libur ini, kan, juga libur, jadi penerapan menjadi berkurang. Nah, yang kedua memang telur sama daging itu lagi setelah, ya, jadi naik, ya, dia oversupply," kata Budi usai forum Indonesian-Belarusian Forum di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).
Atas kondisi tersebut, Kemendag telah menyurati perusahaan di bidang hotel, restoran, dan katering agar segera menyerap pasokan telur dan daging ayam yang melimpah. Selain itu, pemerintah tengah menjajaki ekspor telur ke Singapura, meskipun belum terlaksana karena masih terkendala belum adanya pembeli yang menyepakati kerja sama.
"Tapi memang belum dapet buyer tapi sudah kita jajaki supaya bisa diserap di negara lain, jadi ada kesempatan ekspor. Kami minta teman-teman untuk bisa membuat business matching dengan para buyer-nya," jelas Budi.
Artikel Terkait
Targetkan 50 Gerai Baru, UFOE Andalkan Strategi Omni-channel
90 Persen Produk Indonesia Bebas Bea Masuk ke Belarusia Usai Perjanjian Dagang Diratifikasi
Investor Asing Lepas Saham Rp 699 Miliar di Sesi I, BBCA Paling Dibuang
Maybank Targetkan Pembiayaan Berkelanjutan USD 73 Miliar pada 2030