Mantan gelandang Belanda Rafael van der Vaart melontarkan kritik pedas terhadap strategi pelatih kepala Ronald Koeman setelah timnas Belanda tersingkir oleh Maroko melalui adu penalti di Meksiko, Senin malam. Van der Vaart menilai perubahan taktik mendadak Koeman menjadi biang keladi kekalahan tim Oranje.
Koeman secara mengejutkan mengubah formasi menjadi lima bek dan merombak susunan pemain dengan mengganti Tijjani Reijnders oleh Nathan Aké. Keputusan itu dianggap Van der Vaart sebagai langkah yang tidak masuk akal, terutama setelah Belanda tampil cukup solid di fase grup.
"Kamu berhasil melewati grup yang sulit dengan cukup baik. Lalu segalanya mulai berjalan lancar. Apa yang terjadi di kepalamu sehingga kamu memutuskan untuk melakukan semuanya secara berbeda saat melawan Maroko?" cetus Van der Vaart.
Mantan pemain Real Madrid dan Ajax itu mengaku sama sekali tidak memahami perubahan mendasar yang diambil tim pelatih. "Aku benar-benar nggak ngerti sama sekali," gerutunya.
Selain mempertanyakan sistem permainan, Van der Vaart juga menyoroti performa buruk individu pemain, khususnya gelandang Barcelona Frenkie de Jong. "Frenkie hari ini memainkan pertandingan terburuk yang pernah saya lihat darinya. Sangat mengecewakan. Tapi apakah itu karena sistemnya?" katanya.
Van der Vaart berargumen bahwa kekuatan utama Maroko terletak di lini tengah, sehingga keputusan menumpuk bek dan hanya menyisakan dua pemain di tengah adalah kesalahan fatal. "Menurutku lini tengah Maroko adalah bagian terbaik mereka. Lalu, mengapa kita hanya menghadapinya dengan dua pemain? Aku memang tidak belajar untuk menjadi pelatih, tapi menurutku itu agak ceroboh," ujarnya.
Akibat minimnya penguasaan bola, para pemain kunci Belanda, termasuk pencetak gol Cody Gakpo, tidak berkutik sepanjang laga. "Frenkie hanya bagus saat tim kita menguasai bola, tapi hari ini kita sama sekali tidak menguasai bola, jadi Frenkie benar-benar tidak terlihat. Itulah pemain andalan kita... Dan Cody Gakpo mencetak gol itu, tapi tentu saja dia juga hampir tidak pernah menyentuh bola," pungkas Van der Vaart.
Artikel Terkait
Persib Bandung Siapkan TC Luar Negeri Hadapi Musim Super Padat 2026-2027
Arema FC Resmi Rekrut Robi Darwis, Bek Muda Eks Persib dan Timnas Indonesia
Yamal Jadi Pusat Perhatian Taktik Spanyol Jelang Lawan Austria
DPR Setujui Pemberian Kewarganegaraan untuk Dua Pemain Timnas Indonesia