Yamal Jadi Pusat Perhatian Taktik Spanyol Jelang Lawan Austria

- Selasa, 30 Juni 2026 | 13:30 WIB
Yamal Jadi Pusat Perhatian Taktik Spanyol Jelang Lawan Austria

Lamine Yamal menjadi sorotan utama dalam persiapan taktik tim nasional Spanyol menjelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Austria di Los Angeles Stadium. Pemain sayap berusia 18 tahun itu dipastikan pulih total dari cedera hamstring yang sempat meragukan keikutsertaannya di turnamen, dan kini siap memberikan dampak instan bagi kreativitas La Roja.

Bek kanan senior Spanyol, Marcos Llorente, mengungkapkan bahwa adaptasi dengan Yamal berjalan alami. Namun, ia memperingatkan bahwa terlalu sering melakukan overlap justru bisa merugikan strategi tim. "Terkadang, justru lebih buruk jika ikut menyerang bersamanya karena hal itu malah akan menarik perhatian pemain bertahan lawan ke arahnya," ujar Llorente kepada Barcablaugranes pada Selasa, 30 Juni 2026. Menurutnya, kerja sama kolektif dan pengorbanan taktis tetap menjadi fondasi utama jika Spanyol ingin mengangkat trofi emas.

Rekan setim lainnya, Mikel Oyarzabal, memuji performa matang Yamal yang melampaui usianya. Ia juga menyinggung besarnya tekanan yang dihadapi sang pemain sejak debut di Piala Eropa pada usia 16 tahun. "Saya pikir Lamine sendiri bahkan tidak menyadarinya dan orang-orang di luar tim tidak sepenuhnya paham betapa sulitnya melakukan semua itu di usia 18 tahun. Saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang ia lakukan di Piala Eropa sebelumnya ketika masih 16 tahun," kata Oyarzabal. Menurutnya, kehadiran lulusan La Masia itu menciptakan ketidakpastian bagi lawan dan menguntungkan seluruh tim. "Bermain dengan Yamal membuat semuanya menjadi beda. Dia menciptakan ketidakpastian untuk lawan dengan kehadirannya. Pada akhirnya, kami berusaha memaksimalkan apa yang ia ciptakan dan apa yang bisa ia lakukan secara individu," pungkasnya.

Mantan penyerang Barcelona, Luis Suarez, ikut menyoroti kontribusi Yamal saat masuk sebagai pemain pengganti di laga fase grup. "Pada pertandingan pertama melawan Cape Verde, Spanyol menguasai bola cukup banyak, tetapi hal itu tidak menghasilkan banyak peluang emas, kecuali peluang Ferran Torres di babak pertama," jelas Suarez. Ia menambahkan bahwa pergerakan pemain kidal tersebut selalu menarik perhatian barisan pertahanan lawan. "Namun ketika Lamine masuk, Anda bisa langsung tahu: semua rekan setimnya mencarinya, mengoper bola kepadanya, dan Anda tahu sesuatu akan terjadi umpan silang, lari menyusuri sayap, tembakan, apa pun itu. Dia lebih menarik perhatian para pemain bertahan," katanya.

Suarez meminta publik tidak membandingkan Yamal dengan Lionel Messi agar sang wonderkid bisa berkembang secara natural. "Membandingkan mereka itu tidak pantas. Mereka pemain yang berbeda. Ya, mereka berdua kidal dan memiliki kualitas yang sama, tetapi mereka pemain yang benar-benar berbeda," tegasnya. Suarez berharap Yamal tetap fokus karena banyak mata kini tertuju padanya. Ia juga memuji pelatih Barcelona, Hansi Flick, yang dinilai berhasil menjaga intensitas tinggi dan keharmonisan di ruang ganti. "Luar biasa. Setiap tahun sepertinya mereka mengatakan hal yang sama: bahwa mereka tidak akan mampu mengatasi intensitas permainan, bahwa garis pertahanan tinggi mereka akan menjadi bumerang. Namun mereka terus melakukannya," puji Suarez. Menurutnya, pendekatan jujur Flick menjadi kunci penting dalam mengelola hubungan antar pemain. "Mereka telah bermain dengan filosofi yang sama, pemain yang sama, dan standar tinggi yang sama untuk beberapa waktu sekarang. Dan tim terus memberikan hasil yang memuaskan," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags