Belanda Kembali Tersingkir Dramatis Lewat Adu Penalti, Samai Rekor Spanyol

- Selasa, 30 Juni 2026 | 14:30 WIB
Belanda Kembali Tersingkir Dramatis Lewat Adu Penalti, Samai Rekor Spanyol

Harapan Belanda di Piala Dunia 2026 berakhir dengan cara yang paling pahit. Keunggulan yang sudah di depan mata lenyap di menit-menit akhir, dan adu penalti kembali menjadi mimpi buruk bagi De Oranje. Kekalahan dari Maroko membuat Belanda kini sejajar dengan Spanyol sebagai tim dengan kekalahan adu penalti terbanyak dalam sejarah Piala Dunia.

Belanda harus menghentikan langkahnya di babak 32 besar setelah kalah dramatis dari Maroko di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6/2026). Setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, Belanda menyerah 2-3 dalam babak adu penalti.

Kekalahan ini bukan sekadar mengubur impian melangkah lebih jauh. Hasil itu juga menambah panjang daftar kegagalan De Oranje dalam adu penalti Piala Dunia. Belanda kini telah empat kali tersingkir melalui adu penalti: sebelumnya saat menghadapi Brasil pada 1998, Argentina di semifinal 2014, Argentina lagi di perempat final 2022, dan kini Maroko pada 2026. Catatan itu menyamai Spanyol yang juga sudah empat kali gagal di adu penalti, yaitu pada 1986 melawan Belgia, 2002 kontra Korea Selatan, 2018 menghadapi Rusia, dan 2022 saat ditaklukkan Maroko.

Pada pertandingan melawan Maroko, Belanda sebenarnya nyaris memastikan tiket ke babak berikutnya. Mereka memimpin 1-0 hingga injury time. Namun, keunggulan itu buyar ketika Issa Diop memanfaatkan situasi bola mati dan menanduk bola ke gawang Belanda untuk memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Skor tidak berubah sepanjang extra time sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam momen penentuan tersebut, Belanda kehilangan ketajamannya setelah Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor.

Kapten Belanda, Virgil van Dijk, mengakui timnya sudah menjalankan rencana pertandingan sesuai harapan. Namun, gol di penghujung laga mengubah segalanya. "Rencana permainan berjalan dengan baik. Pada akhirnya, di injury time, kami terdesak. Kemudian berlanjut ke adu penalti dan kemudian, sayangnya, kami tersingkir. Tentu saja selalu ada hal-hal yang bisa diperbaiki, tetapi itu tidak bisa membantu kami sekarang," ucapnya.

Kegagalan kali ini juga menghadirkan catatan unik yang tidak diinginkan Belanda. Mereka kini menjadi tim yang paling sering tersingkir dari Piala Dunia tanpa pernah kalah dalam waktu normal maupun babak tambahan. Situasi tersebut terjadi dalam tiga edisi berbeda: 2014, 2022, dan 2026. Pada ketiga kesempatan itu, Belanda selalu gagal melaju setelah kalah dalam adu penalti.

Di bawah Belanda dan Spanyol, terdapat Prancis, Italia, serta Inggris yang masing-masing sudah tiga kali menelan kekalahan melalui adu penalti sepanjang sejarah Piala Dunia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags