Jumlah peserta yang meninggal dunia dalam latihan militer calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali bertambah. Kini total korban jiwa mencapai lima orang setelah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan menyusul empat peserta sebelumnya.
Sebelumnya, empat orang telah lebih dulu gugur dalam kegiatan yang digelar di sejumlah lokasi tersebut. Dua di antaranya adalah perempuan.
Peserta pertama yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh. Ia mengikuti latihan di Satdik Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan. Kepala Biro Informasi dan Pengolahan Data (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengungkapkan bahwa Anisa mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Setelah mendapat penanganan medis dan dirujuk ke rumah sakit, ia dinyatakan meninggal akibat heat stroke.
Korban kedua adalah Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti latihan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Ia mengalami masalah kesehatan pada 22 Juni 2026 dan sempat mendapatkan perawatan. Rico menjelaskan bahwa Novia memiliki penyakit tuberkulosis (TB). Meskipun telah dirawat intensif, ia meninggal pada 23 Juni 2026.
Korban terbaru, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, mengikuti latihan di Satdik Yon Parako 465. Pada Kamis, 25 Juni 2026, ia mengeluhkan sesak napas. Tim kesehatan memberikan penanganan awal dan kondisinya sempat membaik sehingga ia kembali mengikuti kegiatan. Namun, pada sore harinya keluhan muncul lagi dan ia dirujuk ke RSAU dr Esnawan Antariksa, lalu dirawat di ICU. Berbagai upaya medis telah dilakukan, tetapi Rifki meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.
Rico menyebut bahwa Rifki sebelumnya telah lolos tes kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat mengikuti latihan militer. Kementerian Pertahanan dan penyelenggara pendidikan mendampingi proses pemulangan jenazah ke keluarga untuk memenuhi hak-hak peserta yang meninggal.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Mayjen Ketut Gede Wetan Pastia menyampaikan bahwa penanganan medis telah dilakukan sesuai prosedur. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban. Saat ini, Kemhan bersama penyelenggara pendidikan sedang melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari rekrutmen hingga pelaksanaan latihan. Selain itu, akan dilakukan penelusuran terhadap peserta yang memiliki penyakit bawaan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Artikel Terkait
Dokter Korban Intimidasi Anggota DPRD TTu Ditemukan Tewas Gantung Diri
Dokter Muda di NTT Meninggal Usai Diduga Alami Intimidasi Saat Jaga di IGD
Wasit Tertua, Termuda, dan Terbanyak Bertugas: Tiga Rekor Unik di Balik Sejarah Piala Dunia
Polisi Tangkap Pria Batang yang Bunuh Kekasih Gelap lalu Buang Jasad di Tepi Jalan Weleri