Diskon Transportasi Rp1,54 Triliun Dinilai Dorong Ekonomi Daerah

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:18 WIB
Diskon Transportasi Rp1,54 Triliun Dinilai Dorong Ekonomi Daerah

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras menilai program diskon tarif transportasi dalam paket stimulus ekonomi semester II-2026 dapat menjadi pendorong pergerakan ekonomi nasional. Menurutnya, kebijakan itu bukan sekadar insentif perjalanan, tetapi juga instrumen pemerataan mobilitas yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

“Diskon tarif transportasi yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi semester-II tahun 2026 merupakan langkah baik yang dilakukan Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tentunya kebijakan ini patut diapresiasi,” kata Andi dalam keterangan yang diterima, Sabtu (27/6).

Diskon tarif transportasi merupakan satu dari delapan kebijakan dalam paket stimulus ekonomi semester II-2026 yang disiapkan pemerintah atas arahan Presiden Prabowo. Program dengan total anggaran Rp26,34 triliun itu akan digulirkan bertahap mulai Juli 2026 untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik. Dari total tersebut, sebesar Rp1,54 triliun dialokasikan untuk sektor transportasi. Pemerintah memberikan potongan tarif hingga 30 persen untuk moda kereta api, kapal laut, dan pesawat pada periode libur sekolah 20 Juni–5 Juli 2026, serta kembali diberlakukan saat libur Natal dan Tahun Baru pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

Iwan mengatakan program tersebut perlu dipandang lebih luas daripada sekadar mendorong konsumsi masyarakat. Akses transportasi yang lebih terjangkau, menurutnya, akan memperluas mobilitas dan memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah. “Program ini mencerminkan upaya Pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” tuturnya.

“Pendekatan atas arahan langsung Pak Prabowo ini membuktikan Pemerintah berupaya memastikan stabilitas ekonomi nasional,” lanjut Iwan. Ia menilai meningkatnya mobilitas masyarakat akan memberi efek berganda terhadap berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perdagangan daerah, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Mobilitas yang lebih terjangkau akan mendorong pergerakan sektor pariwisata, perdagangan daerah, UMKM, serta aktivitas ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada arus kunjungan masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Iwan, keberhasilan program diskon transportasi tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang memanfaatkannya, tetapi juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah. “Momentum ini juga perlu dimanfaatkan untuk mengevaluasi biaya logistik dan transportasi nasional agar efisiensi yang tercipta tidak hanya bersifat sementara pada masa stimulus, tetapi dapat berlanjut menjadi peningkatan konektivitas yang lebih berkelanjutan,” papar Iwan.

Di sisi lain, Iwan menilai masyarakat kini semakin berhati-hati dalam membelanjakan uangnya di tengah tekanan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi global. “Termasuk dalam pengeluaran untuk perjalanan dan aktivitas rekreasi,” terang politisi Gerindra tersebut. Ia menjelaskan, biaya transportasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu komponen pengeluaran rumah tangga yang paling sensitif terhadap perubahan harga energi, tarif operasional, maupun dinamika ekonomi global. “Akibatnya, mobilitas masyarakat tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kebutuhan, tetapi juga oleh kemampuan ekonomi masing-masing keluarga,” sebut Iwan.

Politikus Gerindra itu menilai, kelompok kelas menengah menjadi kunci keberhasilan stimulus di sektor transportasi karena selama ini menjadi motor konsumsi domestik, meski kini juga menghadapi tekanan ekonomi. “Mulai dari kenaikan berbagai biaya kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga cicilan rumah tangga,” sambung Iwan. Ia pun menegaskan bahwa diskon tarif transportasi bukan hanya insentif perjalanan, tetapi juga bentuk kehadiran negara untuk menjaga daya beli masyarakat. “Ketika masyarakat tetap memiliki dana untuk melakukan perjalanan, berwisata, atau mengunjungi keluarga di daerah lain, maka aktivitas ekonomi di berbagai sektor ikut bergerak,” ujar Legislator dari Dapil Sulawesi Selatan II itu.

Lebih lanjut, Iwan mendorong agar paket stimulus ekonomi tersebut dibarengi dengan langkah memperkuat fondasi ekonomi masyarakat agar manfaatnya tidak hanya bersifat jangka pendek. “Sebab tantangan terbesar ekonomi nasional saat ini bukan hanya mendorong konsumsi saja, melainkan juga dalam menjaga optimisme dan kemampuan belanja masyarakat dalam jangka yang lebih panjang,” kata Iwan. Ia juga mengingatkan seluruh operator transportasi agar tetap mengutamakan kualitas pelayanan selama program diskon berlangsung. “Perhatikan juga unsur keamanan dan kenyamanan pelayanan transportasi demi menjaga keselamatan masyarakat yang berpergian,” pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags