Bentrokan di Tambang Nikel Kolaka, Dua WNA China Diamankan

- Kamis, 29 Januari 2026 | 00:25 WIB
Bentrokan di Tambang Nikel Kolaka, Dua WNA China Diamankan

Suasana mencekam melanda kawasan proyek tambang nikel IPIP di Kolaka, Rabu lalu. Bentrokan fisik antara pekerja lokal dan tenaga kerja asing asal China pecah, mengubah area industri strategis itu menjadi arena keributan. Pemicunya diduga kuat adalah aksi penganiayaan.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial benar-benar menggambarkan kepanikan itu. Tampak sejumlah pekerja WNA berlarian, berusaha menghindari kejaran massa yang marah. Suara teriakan dan hiruk-pikuk memenuhi video amatir tersebut.

Menanggapi insiden ini, Kapolres Kolaka AKBP Yuda langsung turun tangan. Dua warga negara asing yang diduga sebagai pelaku utama penganiayaan sudah diamankan pihaknya.

“Untuk sementara, dua WNA yang terlibat dan diduga melakukan penganiayaan sudah kami amankan. Kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah ada pelaku lainnya,”

Begitu penjelasan Kapolres yang dikutip dari sejumlah media, Rabu (28/1/2026).

Di sisi lain, kronologi detail kejadian masih terus dirunut. Polisi memeriksa saksi-saksi mata untuk menguak duduk perkara sebenarnya. Siapa saja yang terlibat, dan apa yang sebenarnya memicu amarah pekerja lokal, masih jadi fokus penyelidikan.

Namun begitu, Yuda berusaha menenangkan. Ia memastikan situasi di lapangan kini sudah jauh lebih kondusif. Kendali penuh telah diambil.

“Situasi sudah kembali kondusif. Saya sudah instruksikan personel di lapangan untuk tetap siaga. Intinya, jika dari hasil pengembangan masih ada pelaku lain, tetap akan kami kejar,”

tuturnya tegas.

Insiden di proyek nasional ini tentu menyisakan pertanyaan. Soal hubungan industrial, pengawasan, hingga dinamika kerja di lokasi tambang yang melibatkan banyak tenaga asing. Semoga investigasi yang berjalan bisa mengungkap semua fakta, tidak hanya sekadar meredam gejolak sesaat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar