Tragedi di Minneapolis: Seorang Ibu Tewas Ditembak ICE, Video Bantah Klaim Pembelaan Diri

- Jumat, 09 Januari 2026 | 17:45 WIB
Tragedi di Minneapolis: Seorang Ibu Tewas Ditembak ICE, Video Bantah Klaim Pembelaan Diri

Kematian Renee Nicole Good di Minneapolis telah membelah Amerika. Seorang ibu tiga anak tewas ditembak agen ICE di tengah operasi imigrasi besar-besaran pemerintahan Trump pada Rabu (7/1/2026). Insiden ini bukan sekadar tragedi personal, tapi telah memicu badai politik, aksi protes, dan pertarungan narasi yang sengit antara pemerintah federal dan otoritas lokal.

Rekaman video yang beredar luas diambil oleh warga menunjukkan detik-detik penembakan yang justru bertolak belakang dengan versi resmi dari pemerintah. Otoritas federal bersikukuh itu adalah pembelaan diri. Sementara itu, pejabat kota dengan tegas membantahnya. Peristiwa ini, mau tak mau, memperdalam jurang polarisasi dan memantik kembali perdebatan usang tentang kapan aparat boleh menggunakan kekuatan mematikan.

Lalu, bagaimana sebenarnya kronologi kejadiannya?

Dari Patroli Warga Hingga Tembakan Maut

Semuanya berawal dari sebuah patroli warga. Di kawasan permukiman Minneapolis, sejumlah aktivis lokal membentuk patroli untuk memantau dan merekam aktivitas agen ICE yang gencar beroperasi. Renee, warga AS berusia 37 tahun, ikut serta. Dia dikenal aktif di kegiatan sosial lingkungannya.

Presiden Community United Against Police Brutality, Michelle Gross, dengan jelas menyatakan posisi Renee.

Insiden terjadi di Central Neighborhood. Dari video warga yang diverifikasi, terlihat Renee mengemudikan SUV Honda marun. Mobilnya berhenti, sebagian menutup ruas jalan. Ia lalu memajukan kendaraannya perlahan, berhenti lagi untuk memberi jalan. Situasi tampak biasa.

Tiba-tiba, sebuah truk pikap berhenti. Dua agen federal turun dan mendekat. Salah satunya memerintahkan Renee keluar sambil meraih gagang pintu mobilnya. Saat itulah situasi memanas.

Mobil Renee bergerak mundur sebentar, lalu tiba-tiba melaju ke depan dan berbelok ke kanan sepertinya ingin menjauh. Di momen genting itu, agen lain yang ada di depan mobil menghunus senjata. Ia melangkah mundur, lalu melepaskan dua hingga tiga tembakan ke arah mobil yang masih bergerak.

Yang kontroversial, rekaman menunjukkan setidaknya satu tembakan dilepaskan saat bagian depan mobil sudah melewati posisi si agen. Tidak jelas benar apakah mobil itu menyentuhnya. Yang pasti, sang agen tetap berdiri dan bisa berjalan setelah menembak.

SUV itu kemudian melaju tak terkendali, menabrak mobil parkir dan menghantam sebuah tiang listrik sebelum akhirnya berhenti.


Halaman:

Komentar