Balita Tertembak Peluru Nyasar di Medan, Kondisinya Kini Mengkhawatirkan
Suasana malam tahun baru di Belawan, Medan, Senin (5/1) lalu, berubah jadi mimpi buruk bagi seorang ibu. Bukan kembang api yang melintas, melainkan peluru nyasar yang melukai anaknya. Korban adalah Asmi Anggraini, baru empat tahun usianya.
Ibunya, Romanda Siregar, masih tak percaya dengan apa yang terjadi. Malam itu, sekitar pukul setengah delapan, mereka berangkat naik bentor. Tujuannya sederhana: menjemput sang ayah yang bekerja sebagai nelayan, sekalian silaturahmi ke rumah teman.
“Awalnya kami mau keluar rumah pergi menjemput bapaknya menaiki becak motor, tahu-tahu ada perang. Jadi, kami menunggu la di simpang Canang,” kenang Romanda.
Di depan Kantor Pos Belawan, jalanan macet. Tawuran antar kelompok membuat mereka terpaksa berhenti. Mereka memilih menunggu di dalam becak motor, berharap keributan cepat selesai. Tapi bahaya datang dari arah yang tak terduga.
Tiba-tiba, Asmi merengek. Tangannya memegangi mata kanan. Romanda kaget melihat darah sudah mengucur deras, membasahi baju kecil putrinya. Panik, ia langsung memeluk Asmi erat-erat dan meminta supir bentor buru-buru mencari pertolongan.
RS Prima Husada Cipta jadi tujuan pertama. Sayangnya, akses ke sana ditutup gara-gara tawuran masih berlangsung. Mereka pun putar haluan ke sebuah klinik terdekat. Nasib sial terus beruntun. Petugas di klinik itu hanya geleng-geleng. Luka di area mata, kata mereka, di luar kemampuan klinik.
“Karena klinik pun gak berani dan disarankan ke rumah sakit.”
Artikel Terkait
Ayah Prada Lucky Diamankan di Pelabuhan, Istri Laporkan KDRT
Janji P3K Berujung Pengkhianatan: Suami Nikahi Rekan Kerja Saat Istri Rawat Ibu Sakit
Tragedi di Minneapolis: Seorang Ibu Tewas Ditembak ICE, Video Bantah Klaim Pembelaan Diri
Gagal Tes Pramugari, Wanita Ini Nekat Terbang Pakai Seragam Palsu