Ngeri! Arus Kapal Karam Tewaskan Pemuda di Pangandaran

- Jumat, 26 Desember 2025 | 18:30 WIB
Ngeri! Arus Kapal Karam Tewaskan Pemuda di Pangandaran

Liburan di Pangandaran Berakhir Tragis, Pemuda Tewas Usai Loncat dari Bangkai Kapal

Suasana liburan yang seharusnya riang, berubah menjadi duka di Pantai Pangandaran. Seorang wisatawan muda, Hasim Fazari (20), asal Tasikmalaya, meninggal dunia dalam sebuah insiden yang terjadi di perairan Cagar Alam Pasir Putih. Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi, 25 Desember 2025.

Menurut keterangan Koordinator Pos SAR Pangandaran, Edwin Purnama, semuanya berawal sekitar pukul 09.00 WIB. Hasim datang ke lokasi itu bersama pacarnya, menggunakan jasa perahu pesiar.

"Di Pasir Putih, korban berenang di dekat kapal karam MV Viking," jelas Edwin.

Sayangnya, kondisi laut saat itu tidak bersahabat. Arusnya cukup kuat. Tanpa diduga, Hasim pun terbawa arus dan menghilang dari pandangan. Pacarnya yang panik segera berteriak minta tolong kepada pengemudi perahu.

Pencarian segera dilakukan. Tim penyelam dan snorkeling dikerahkan untuk memeriksa area sekitar bangkai kapal yang sudah lama teronggok itu.

Hasilnya sungguh memilukan.

"Korban ditemukan dan dievakuasi oleh tim snorkeling. Tubuhnya terselip di propeler, baling-baling Kapal Viking," tutur Edwin dengan berat.

Edwin menegaskan, area di sekitar bangkai kapal Viking sebenarnya bukan tempat yang aman untuk berenang. Arus di sana terkenal kuat dan berbahaya, terutama bagi wisatawan yang kurang waspada.

Di sisi lain, Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, memberikan sudut pandang lain. Pihaknya telah menerima laporan lengkap soal musibah ini.

Menurutnya, ada peringatan yang dilanggar. "Sebelumnya sudah diingatkan oleh pemilik perahu," kata Andri.

"Tapi yang bersangkutan ngotot untuk naik ke bangkai kapal Viking."

Kesimpulannya, liburan yang berakhir petaka ini adalah gabungan dari kondisi alam yang berisiko dan, mungkin, sedikit rasa ingin tahu yang berlebihan. Sebuah pelajaran pahit tentang pentingnya menghormati peringatan dan kekuatan alam.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar