"Korban ditemukan dan dievakuasi oleh tim snorkeling. Tubuhnya terselip di propeler, baling-baling Kapal Viking," tutur Edwin dengan berat.
Edwin menegaskan, area di sekitar bangkai kapal Viking sebenarnya bukan tempat yang aman untuk berenang. Arus di sana terkenal kuat dan berbahaya, terutama bagi wisatawan yang kurang waspada.
Di sisi lain, Kapolres Pangandaran, AKBP Dr. Andri Kurniawan, memberikan sudut pandang lain. Pihaknya telah menerima laporan lengkap soal musibah ini.
Menurutnya, ada peringatan yang dilanggar. "Sebelumnya sudah diingatkan oleh pemilik perahu," kata Andri.
"Tapi yang bersangkutan ngotot untuk naik ke bangkai kapal Viking."
Kesimpulannya, liburan yang berakhir petaka ini adalah gabungan dari kondisi alam yang berisiko dan, mungkin, sedikit rasa ingin tahu yang berlebihan. Sebuah pelajaran pahit tentang pentingnya menghormati peringatan dan kekuatan alam.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor